Dituding Gagal Tangani Destrutive Fishing, Polda Sulsel Tanggapi Cuitan Menteri Susi

RAPORMERAH.co, MAKASSAR -Pasca kejadian seorang nelayan di Kabupaten Pangkep meninggal dunia dan seorang lagi mengalami kritis di rumah sakit, menangkap ikan dengan bom ikan, Senin (8/10) lalu.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menanggapi kejadian tersebut dengan cuitan di Twitter.

Dalam cuitan Menteri, Susi Pudjiastuti mengatakan, peristiwa itu menjadi indikator kegagalan penegak hukum terkhusus Polda Sulsel dan Polres Pangkep gagal dalam upaya preventif pada kasus Destrutive Fishing.

Sementara pihak Polda Sulsel melalui Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani menanggapi cuitan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti.

Menurut Dicky, bahwa pihaknya sudah semaksimal mungkin melakukan terhadap pelaku bom ikan.

“Kita sudah maksimal melakukan upaya penangkapan terhadap pelaku yang menangkap ikan menggunakan bom ikan,” kata Dicky, Senin (15/10/2018).

Meski demikian kata Dicky, nelayan masih ada yang menggunakan cara menangkap ikan dengan menggunakan bom. Walaupun mereka tahu kegiatan tersebut dilarang.

“Ini akan menjadi evaluasi bagi penegak hukum untuk meningkatkan koordinasi lintas sektoral dalam menangani kasus bom ikan,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Seorang nelayan bernama Ali (35), meregang nyawa usai menjadi korban ledakan bom ikan di Pulau Doang-Doangan Lompo, Kecamatan Liukang Kalmas, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Senin (8/10/2018).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, awalnya korban bersama rekannya bernama Herman (25), pergi melaut dengan menggunakan perahu jolloro untuk menangkap ikan. Pada saat menangkap ikan, kedua korban menggunakan bom ikan. Nahasnya, akibat dari bom ikan yang mempunyai ledakan cukup besar tersebut membuat korban terpental dari perahunya.

Beruntung, ada perahu nelayan lainnya juga melintas di lokasi kejadian sehingga langsung mengevakuasi para korban. Akan tetapi, nyawa Ali tidak tertolong, sedangkan rekannya Herman dalam keadaan kritis dan sementara menjalani perawatan medis di Puskesmas setempat.

Penulis : Illank | Editor : A.Azhar

Leave a Reply