Dokter Malas Berkantor, Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Limbong Lutra Terbengkalai

Puskesmas kec Rongkong kab Luwu Utara yang nampak kosong tanpa ada kegiatan pelayanan kesehatan untuk masyarakat | Foto : rapormerah

Puskesmas kec Rongkong kab Luwu Utara yang nampak kosong tanpa ada kegiatan pelayanan kesehatan untuk masyarakat | Foto : rapormerah

RAPORMERAH.co, LUTRA – Revolusi mental, bagi seluruh Aparatur Sipil Negara merupakan program nawacita Presiden Republik Indonesia oleh Bapak Jokowi Dodo, hingga adanya Program Bela Negara.

Bagi para ASN semua itu merupakan tambahan dari sistem penggodokan mental guna untuk melaksanakan tugas pokok mereka selaku pelindung pengayom serta pelayan masyrakat.

Adanya hal tersebut, Menurut Dahlan, selaku pemerhati Daerah terpencil mengatakan, itu merupakan suatu isapan jempol semata. Pasalnya Tahun ke tiga Luwu Utara di bawah kepemimpinan Bupati indah Putri Indriani (IDP) tidak sedikit Program serta kebijakannya yang terealisasi.

“ini yang menjadi sorotan masyrakat khususnya di daerah-daerah terpencil, yang ada di tiga wilayah yang minim transportasi,serta kurangnya alat tranformasi,” tegas Dahlan yang kerap di sapa Dg, Temba.

Bahkan beberapa program IDP yang dinilai keberhasilannya itu diduga hanya di atas kertas, “fakta dilapangan tidak sedikit dari para pemanfaat menjerit, Sebut saja soal, kesehatan serta pendidikan di tiga wilayah terpencil di luwu utara, Hal ini dianggap aneh dan sangat jauh dari komitmen, Indah Putri Indriani (IDP),”bebernya.

Hal senada juga di ungkapkan salah satu Pemuda Rongkong, dirinya mengatakan hal ini harusnya menjadi perhatian Kepala Daerah khususnya Bupati Luwu Utara, jangan di biarkan berlarut larut.

“seandainya Ibu Indah, Bupati, ada perhatian serius sejak dari awal para dokter yang malas hadir, berkantor di Puskesmas Limbong, seharusnya sudah di berikan sanksi atau di lakukan Evaluasi, bukan justru di pertahankan, sehingga kami Masyrakat yang merasakan dampaknya,”ungkapnya dengan nada Kesal ke Rapormerah.co Selasa 26/12/2017.

Lebih lanjut, dirinya juga meminta kepada Ibu Bupati Luwu Utara, untuk secepatnya menangani hal tersebut, agar kepercayaan tetap ada.

“jangan karena kepentingan Politik di masa lampau sehingga kami Masyrakat yang harus di Dera oleh kehadiran para pelayan, yang Hanya nama kami ketahui ada, akan tetapi jangankan pelayanan Batang hidung pun nyaris kami tidak pernah lihat,”beber warga tersebut dengan Nada curhat.

Kurangnya pelayanan masyarakat di Puskesmas Limbong juga di akui, Salah satu warga yang enggan sisebut namanya tinggal di desa Marampa mengatakan,”Kami juga tidak habis pikir, dengan alasan apa lagi para dokter, yang bertugas di Sini, Limbong red, mau bermalas-malasan, sementara fasilitas sudah di persiapkan seperti Rumah dinas yang selama ini jadi alasan utama para dokter, lalu apa lagi.

Melihat hal tersebut, Kepala Bidang kepegawaian Dinas kesehatan Luwu Utara saat di konfirmasi rapormerah.co Selasa 26/12/2017, membenarkan kalau hal itu memang ada, Namun pihaknya sudah melakukan tindakan, sesuai Mekanisme yang ada.

“Kami sudah Menindak lanjuti adanya laporan dari kepala Puskesmas Limbong baik itu secara lisan, maupun secara tertulis dan bahkan sekertaris dari badan kepegawaian sendiri, bersama sekertaris dinas kesehatan juga sudah turun langsung ke Puskesmas limbong untuk menindak lanjuti persuratan ka,Puskes Limbong,”katanya.

“Namun sejauh ini kami masih tetap menunggu, seperti apa tindakan dari Pimpinan, semua itu kan ada mekanisme yang harus di lalui,”tutup Titik Diana. (TIM).

Leave a Reply