Dugaan Larangan Jilbab, Pemkab Tana Toraja Usulkan Sanksi Berat untuk Kepala SMP

Rapor-Merah.com | Pemerintah Kabupaten Tana Toraja mengusulkan sanksi disiplin berat terhadap Kepala SMP Negeri 2 Bonggakaradeng, Naomi, setelah dinilai melanggar prinsip netralitas aparatur sipil negara (ASN) dalam kasus dugaan pelarangan siswi mengenakan jilbab di lingkungan sekolah.

Sekretaris Daerah Tana Toraja, Rudhy Andilolo, mengatakan hasil rapat pemeriksaan menyimpulkan Naomi layak dijatuhi hukuman disiplin berat. Rekomendasi tersebut telah disampaikan kepada Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) yang memiliki kewenangan menjatuhkan sanksi.

“Hasilnya kami merekomendasikan hukuman disiplin berat kepada Bupati. Bentuk sanksinya nanti menjadi kewenangan beliau sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian,” kata Rudhy kepada wartawan, Jumat (31/7/2026).

Menurut Rudhy, hukuman disiplin berat bagi ASN dapat berupa penurunan jabatan, pembebasan dari jabatan, hingga pemberhentian sesuai ketentuan yang berlaku. Keputusan akhir akan ditetapkan setelah Bupati mempelajari rekomendasi tim pemeriksa.

Ia menilai tindakan Naomi bertentangan dengan peran ASN sebagai perekat persatuan. Aparatur negara, kata dia, semestinya menjaga nilai-nilai kebangsaan, termasuk menghormati keberagaman keyakinan yang dijamin konstitusi.

“ASN harus menjadi perekat bangsa. Karena itu setiap tindakan yang berpotensi mengganggu harmoni dan toleransi menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” ujarnya.

Rudhy mengatakan rekomendasi tersebut tidak diambil secara tergesa-gesa. Pemerintah Kabupaten Tana Toraja mengklaim telah melalui seluruh tahapan pemeriksaan dugaan pelanggaran disiplin sesuai mekanisme yang berlaku.

Pemerintah daerah juga mengingatkan seluruh ASN agar menjunjung tinggi prinsip toleransi dalam menjalankan tugas pelayanan publik. Menurut Rudhy, Tana Toraja selama ini dikenal sebagai daerah yang memelihara kehidupan masyarakat yang majemuk sehingga nilai tersebut harus tetap dijaga.

“Kami mengimbau seluruh ASN maupun masyarakat agar tidak mencederai toleransi yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa, terlebih Toraja selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi kerukunan,” katanya.

(Sul)

Related Post