Gagal Memperkosa, Oknum Debt Colektor Tikam Siswi SMK

Foto : IST

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Tak ingin melayani nafsu bejat debt colector salah satu showroom motor kendaraan bermotor, siswi pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi korban penikamana dan dugaan pemekorsaan di Jalan Sungai Poso, Lorong 60, Kecamatan Makassar, Rabu (22/11/2017).

Korban berinisial AR (16) menolak ajakan melakukan hubungan layaknya suami istri terhadap kedua debt colektor atau leasing showroom motor di kawasan kota Makassar, sehingga mutuskan untuk menikam korban dengan menggunakan pisau dapur.

Peristiwa itu terjadi, saat kedua debt colektor atau leasing showroom dari vendor Swapro mendatangi rumah korban dengan tujuan untuk menagih tunggakan iuran motornya di Jalan Sungai Poso, Kecamatan Makassar, sekitar pukul 15.45 Wita.

Namun, kedatangannya menimbulkan kecurigaan terhadap Herman dan AR. Sehingga, memutuskan untuk memotret Id card pelaku. Kemudian, pun meninggalkan kediaman korban.

Tiba-tiba saja, pelaku pun kembali ke kediaman korban. Namun, kedatangannya dengan membawa rekannya, lalu korban yang selesai mandi dengan hanya menggunakan handuk kimono menyambut pelaku tersebut.

Kemudian kedua pelaku meminta korban untuk mengambilkan kunci dan STNK motor milik kakaknya, Agum yang diduga menunggak bayar iuran. Namun, kedua pelaku pun timbul hasrat ingin menggerayangi korban. Sehingga, membuntuti korban sampai dengan ke lantai 2.

Diatas, kedua pelaku meminta untuk memenuhi hasrat kedua pelaku. Namun, hasratnya keduanya tak terpenuhi, sehingga dengan terpaksa menikam korban dengan sebanyak 8 kali tusukan, pada bagian leher 7 kali dan mulut 1 kali.

Menduga korban sudah tak bernyawa, kedua pelaku pun lari meninggalkan lokasi. Pada kesempatan itu, korban menyempatkan diri untuk berteriak meminta tolong

Ibu kandung korban, Chandra Ayu mengatakan, korban mengalami luka robek dengan kedalaman 10 cm. Sehingga menjalani operasi selama 7 jam di Rumah Sakit Pelamonia Makassar.

“Korban mengalami luka tusukan hingga 10 cm. Dan hasil dari dokter, tusukan terhadap pelaku mengenai pembulu darahnya,” ungkap Chandra Ayu saat ditemui di ruang ICU, RS Pelamonia, Makassar, Kamis (23/11/2017).

Namun hingga saat ini, korban masih dalam kondisi kritis, diduga telah mengalami kekurangan darah.

“Korban banyak mengeluarkan darah. Sehingga mengalami krisis hingga saat ini,” imbuhnya.

Korban AR merupakan anak keempat dari pasangan dari dua insan, Herman Parerung (56) dan Chandra Ayu (46), beralamat Jalan Sungai Poso, Lr.60, No.1 B, kecamatan Makassar.

AR masih menduduk kelas 2 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di keperawatan Pratidina Bhayangkara, Makassar.

Penulis : Illank

Related Post