RAPORMRERAH CO, MAKASSAR – Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pembebasan lahan negara di Buloa, Kecamatan Tallo Makassar kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar.
Menyikapi Sidang tersebut Puluhan Massa dari Himpunan Aktivis Mahasiswa (HAM) Sul-Sel mengelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Sulsel, (21/9/17).
Diketahui dalam persidangan Tiga orang saksi didudukkan dalam kursi pesakitan untuk memberikan keterangan terkait perkara ini. Ketiganya yakni, I Nyoman Arya mantan Kepala Bagian (Kabag) Pertanahan Pemkot dan saat ini sebagai Sekertaris Dinas (Sekdis) Infokom Makassar, Armin Faerah Kasubag Penyediaan Lahan Sekdis Penanaman Modal, dan PT PP Ilham Abadi selaku Manajer Teknik.
Fakta mengejutkan terungkap saat dua orang saksi dari Pemkot menyebut jika Wali Kota Makassar Mohammad Ramdan Pomanto ikut terlibat dalam beberapa kali pertemuan dalam proses pembebasan lahan negara di Kelurahan Buloa.
Menanggapi Hal tersebut Ketua umum Himpunan Aktivis Mahasiswa (HAM) Sul-Sel Dhedy Jla kembali menyoroti penaganan kasus buloa yang kemudian di anggapnya bahwa kasus buloa yang sementara bergulir di pengadinan Tipikor agar selalu trasparan dan agar semua saksi membuka selebar-lebarnya siapa otak dari semua ini.
“kami sangat menyesalkan lambannya pengadilan tipikor dan kejati Sulsel, harus segera memeriksa bapak danny pamanto yang kemudian beberapa kali di sebutkan keterlibatanya dalam kasus ini” Dhedy Jalarambang.
Kami berharap agar semua elemen yang terlibat dalam kasus ini mampu di tangkap dan di penjarakan, tanpa pandang bulu” tegasnya.
Peliput : Akbar