


RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Beredarnya video yang diduga berisi deklarasi dukungan 15 Camat lingkup Pemerintah kota Makassar untuk calon presiden (capres) petahana Joko Widodo (Jokowi) sontak menjadi sorotan dari berbagai pihak, tak terkecuali dari Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Masyarakat dan Pemuda Anti Korupsi DPP GEMPAR.
Video berdurasi 1 menit lebih itu diawali perkenalan salah satu tokoh politik sulsel yang juga mantan Gubernur Sulsel dua periode Syahrul Yasin Limpo (SYL).
“Saya, Syahrul Yasin Limpo, beserta seluruh camat se-Kota Makassar,” kata SYL di awal video seperti dilihat Rapormerah.co, Kamis (21/2/2019). Ucapan SYL kemudian diikuti beberapa orang yang mengaku sebagai camat di Makassar, bahkan terlihat ada 3 orang dalam Video mengenakan pakaian Dinas. Dalam video itu, SYL menyatakan dukungan dan tekad mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin.
“Mendukung calon presiden nomor 01 Joko Widodo bersama Ma’ruf Amin satu periode lagi menjadi presiden. Mari sama-sama berjuang dan berjihad untuk nomor Satu, Jokowi adalah presiden terbaik….,dan masadepan rakyat Indonesia, kalua kita dukung Jokowi saya yakin tidak akan menyesal,Jokowi – Ma’ruf…Kata SYL”, lalu ditimpali dengan teriakan Harga Mati dari 15 Camat yang terlihat dalam Video.
Ketua Umum DPP Gempar, Akbar Hasan Noma mengatakan, Video 15 camat yang heboh di Makassar itu belum bisa dipertanggung jawabkan apakah video tersebut benar atau hasil editan dari beberapa pihak yang tidak bertanggungjawab.
“ kita belum bisa mengatakan itu 15 Camat melanggar karena video itu belum bisa dipertanggungjawabkan apakah asli atau editan, kita serahkan saja ke Bawaslu untuk proses dan periksa itu video benar atau Hoax”, Jelas Akbar Polo Sapaan akrab Ketua DPP Gempar, Jum’at (22/2/2019).
Jika memang video tersebut benar maka bawaslu harus memberi sanksi sesuai aturan yang berlaku dan utamanya kepada Walikota Makassar Danny Pomanto Selaku atasan dari ke 15 Camat tersebut agar memeberi sanksi tegas yang objektif.
“Kalau Video itu benar maka walikota harus beri sanksi tegas pada 15 camatnya kalua perlu copot jabatan camatnya, Walikota harus copot camatnya seperti beberapa waktu lalu mencopot camatnya karena Foto yang menurutnya tidak netral, nah kalau ini Video benar copot itu Camatmu,walikota harus objektif jangan panas panas tai ayam, Tutup Akbar kepada Rapormerah.co
(Acm/Azr)
Leave a Reply