Jelang Ramadhan, KPPU Bahas Kestabilan Harga dan Pasokan Pangan

Anggota DPR RI, Amir Uskara saat memberikan penjelasan terkait kestabilan harga dan pasokan pangan jelang Ramadhan, Jumat (09/03/2018). (Foto/illank)

Anggota DPR RI, Amir Uskara saat memberikan penjelasan terkait kestabilan harga dan pasokan pangan jelang Ramadhan, Jumat (09/03/2018). (Foto/illank)

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Syarkawi Rauf bersama anggota DPRI, Amir Uskara dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel, Bambang Kusmiarso berdiskusi tentang menjaga kestabilan harga dan pasokan pangan jelang Ramadhan 2018 di salah satu warkop Jalan Pengayoman Makassar, Jumat (09/03/2018) malam tadi.

Menurut KPPU, Syarkawi Rauf mengatakan, bahwa ingin bersama-sama berkoordinasi untuk menjaga supaya harga dan pasokan komoditas pangan.

“Strategis kita itu, saat Ramadhan dan menjelang Idul Fitri, paling tidak kita bisa mempertahankan prestasi kita yang sudah kita capai tahun lalu,” kata Syarkawi.

Lanjut Syarkawi, berdasarkan data dari BI bahwa harga komoditas pangan atau perkembangan inflasi selama Ramadhan tahun lalu, merupakan yang terbaik terbaik dalam waktu 8 tahun terakhir.

“Kami bersama sama pak Amir Uskara dari DPR RI dan BI ingin fokus ke beberapa komoditas pangan diantaranya beras, daging sapi, daging ayam, bawang putih, yang merupakan penyumbang implasi selama nasional,” ungkapnya.

Senada dengan itu, anggota DPR RI dari Komisi 11, Amir Uskara mengatakan, dirinya mendukung langkah-langkah yang telah dilakukan oleh pemerintah bersama BI dan ia mengira hal itu adalah sebuah keberhasilan pada Ramadhan tahun kemarin.

“Kita harapkan apa yang telah dilakukan pemerintah pada tahun kemarin bisa dilakukan lagi tahun ini. Bagaimana bisa mengendalikan harga, sehingga daya beli masyarakat tidak terganggu selama Ramadhan maupun menjelang lebaran,” ujarnya.

Sementara, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel, Bambang Kusmiarso menyebutkan, bahwa terkait bulan Ramadhan dan Idul Fitri itu, tentu ada peningkatan permintaan masyarakat terhadap beberapa komoditi pangan seperti bawang putih.

“Tahun lalu harga bawang putih selama Ramadhan sempat harganya naik. Tapi harganya turun jelang Idul Fitri,” katanya.

Bambang menambahkan, komoditi bawang putih sekitar 97 persen masih diimpor dari China dan India. Dimana kata Bambang untuk memenuhi kebutuhan bawang putih nasional.

“Seharusnya kita sejak saat ini, kita antisipasi keputusan impornya berapa jumlah yang akan kita masukkan berapa jumlah kebutuhan didalam negeri, ini kita akan sampaikan ke pak Mendag dan Mentan,” tungkasnya.

Penulis : Illank

Leave a Reply