Kapolda Akan Tindak Tegas Oknum Polisi Yang Janjikan Kelulusan Seleksi Anggota Polri

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Umar Septono saat Sosialisasi Penerimaan Anggota Polri 2018, (Foto/illank)

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Oknum kepolisian akan ditindak tegas jika menjanjikan kelulusan terhadap masyarakat yang bakal mengikuti seleksi penerimaan anggota Polri tahun anggaran 2018.

Hal ini dijanjikan oleh Kapolda Sulsel, Irjen Pol Umar Septono saat sosialisasi penerimaan anggota Polri tahun anggaran 2018 di Car Free Day Jalan Jenderal Sudirman, Kota Makassar, Minggu (18/3/2018) pagi.

“Bagi oknum yang menjanjikan kelulusan akan ada sanksi tegas. Baik memberi maupun yang menerima akan disanksi penjara,” tegas Kapolda Sulsel, Irjen Pol Umar Septono.

Untuk oknum yang menjanjikan kelulusan kata Umar, sejatinya mereka tidak membantu dan tidak berbuat apa-apa. Mereka hanya menipu rakyat dengan rayuan manisnya.

“Ia (Oknum) hanya kumpulkan uang dan berdoa mudah-mudahan lulus anak itu baru terima uangnya tapi kalau tidak baru dikembalikan uang. Jadi rakyat memberikan uang karena dibantu padahal anak itu masuk sendiri tanpa ada bantuan jadi ketipu,” ungkap jenderal Umar.

Jendral Umar mengatakan, untuk melancarkan penerimaan anggota Polri tahun ini, pihaknya akan melakukan pengawasan secara berlapis-lapis. Pihak panitia akan tim IT maupun yang manual, eksternal maupun internal dan tidak akan ada lagi anggota main dalam penerimaan polisi.

“Karena menolong anak sendiri itu tidak bisa apalagi membantu orang lain. Panitia saja tidak bisa membantu apalagi diluar panitia. Jadi kalau ada yang minta uang, itu salah jadi kasi tahu saja ke kita nanti kita tangkap itu,” tukasnya.

Terpisah, Karo SDM Polda Sulsel Kombes Pol Yohanes Ragil juga menegaskan bahwa penerimaan terpadu anggota Polri baik Akpol, Bintara dan Tamtama yang jelas dan utama, yaitu bahwa penerimaan betul-betul dilakukan dengan clear dan clean.

“Bersih dan tidak dipungut biaya apapun. Akan ada sanksi tegas baik memberi maupun yang menerima akan disanksi penjara,” ungkapnya

Yohanes berharap, untuk proses penerimaan anggota Polri tahun anggaran 2018 ini, agar bisa bersih dan transparan karena dalam penerimaan hingga pendidikan tidak dipungut biaya sepeserpun juga.

“Jadi yang diharapkan bisa clear and clean karena program kita akan memperoleh prosedur Polri yang unggul dan kompetitif,” tukasnya.

Penulis : Illank

Related Post