RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Aduan hilangnya salah satu anggota satgas kebersihan kecamatan panakukang, A Amri Pratama Syaputra (30) warga Jalan Abdullah Dg Sirua, Kecamatan Panakukkang, Kota Makassar, diduga mengalami penculikan sekelompok orang tak dikenal bersenjata api.
Pihak Polda Sulsel akan menindaklanjuti aduan dugaan penculikan terhadap A Amri Pratama Syaputra.
Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sulsel, Kombes Andi Indra Jaya mengatakan, bahwanya pihaknya memerintahkan untuk melakukan penyelidikan terkait kasus ini.
“Sementara anggota melaksanakan lidik keberadaan yang bersangkutan (korban),” ucapnya, Kamis (27/9/2018).
Andi Indra Jaya mengungkapkan, jika kasus dugaan penculikan ini telah menjadi perhatian khusus Kapolda Sulsel, Irjen Pol Umar Septono, karena kata dia, awalnya korban telah dilakukan pemeriksaan atau digerebek terkait kasus narkoba. Namun, tidak ditemukan barang bukti berupa narkoba sehingga tidak dilakukan penangkapan.
“Sudah jadi atensi dan bapak kapolda perintahkan untuk lidik,” tukasnya.
Sementara ditempat terpisah, Kasubdit IV Jatanras Polda Sulsel, Kompol Suprianto juga membeberkan, pihaknya telah dikerahkan untuk melakukan penyelidikan pencarian keberadaan korban. Bahkan pihaknya telah berkoordinasi dengan semua satuan diantaranya, Polrestabes Makassar, Polres Pelabuhan, Polsek dan Direktorat Narkoba Polda Sulsel.
“Tim kami sudah turun dilapangan melakukan pencarian serta berkoordinasi dengan beberapa satuan di instansi Polri. Tapi kami belum tahu keberadaan dan siapa pelakunya. Bahkan, identitas pelakunya belum diketahui,” katanya.
Dugaan penculikan ini terkait keterlibatan kartel narkoba di Kota Makassar. Lantaran sebelumnya korban diduga terlibat peredaran narkoba, Suprianto bahkan dengan tegas menyebutkan bahwa dugaan itu ada, karena persaingan bisnis narkoba.
“Ada dugaan kesana, ini dilakukan karena persaingan narkoba. Tapi kami belum memiliki cukup bukti untuk itu, karena masih berdasarkan informasi yang dikumpulkan,” terangnya.
Suprianto mengatakan, benar sebelumnya anggota Sat Narkoba Polres Pelabuhan telah melakukan penggerebekan di rumah korban. Namun tidak ditemukan adanya barang mencurigakan, sehingga tidak dilakukan penangkapan
“Karena sebelumnya benar personel Polres Pelabuhan telah melakulan penggerebekan sekitar pukul 21.00 Wita atau 22.00 Wita. Namun, saat dilakukan penggerebekkan tidak ditemukan barang bukti dan korban tidak dibawa,” tambahnya.
Sementara Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Makassar, AKP Ilham Fitriyadi menyampaikan hal senada, jika sebelumnya dirinya telah melakukan penggerebekan di rumahnya, namun tidak ditemukan barang bukti. Sehingga saat itu, anggota hanya menasehati korban yang disaksikan oleh istri dan orang tuanya kemudian pamit.
“Betul, awalnya anggota Res Narkoba Polres Pelabuhan yang grebek pada pukul 21.00 Wita, tetapi di TKP tidak ditemukan barang bukti sehingga pulang tidak mengambil korban. Tapi, sekitar pukul 04.00 Wita, menurut keterangan istri korban bahwa datang beberapa orang yang mengaku polisi dan langsung menodong senjata pistol korban lalu diikat tali jemuran (bukan borgol) kemudian pergi,” terangnya.
Dari peristiwa malam itu, kabar suami Asisah ini tak kunjung ada kabarnya sehingga ia pun mencoba menelusuri keberadaan Amri dibeberapa kantor polisi di Makassar. Namun, ia tidak menemukan hasil sehingga keberadaan sang suami itu kian misterius.
Atas dasar tersebut, Asisah pun langsung mengadukan hal itu ke Mapolda Sulsel, Rabu 26 September 2018 kemarin. Karena ia menduga, suaminya ini sengaja diculik oleh seseorang yang tidak dikenalnya (OTK).
Penulis : Illank | Editor : A.Azhar