Kebakaran di Jalan Tinumbu,Keluarga Korban Duga Itu Disengaja

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Irwan Anwar saat memberikan surat keterangan hasil proses identifikasi enam jenazah korban kebakaran di RS Bhayangkara Makassar | Foto : Illank

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Pihak Rumah Sakit Bhayangkara telah melakukan proses identifikasi terhadap enam jenazah korban kebakaran di Jalan Tinumbu lorong 166 B, Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Senin (6/8/2018) siang tadi.

Keenam korban meninggal dunia diketahui bernama H Sanusi (70), Hj Bondeng (65), Hj Musdalifa (40), Namira (20), Hijas (5), dan Fahri (25). Keseluruhan korban meninggal dunia yang merupakan satu keluarga.

Meski demikian, dalam peristiwa kebakaran ini pihak keluarga dan kerabat korban, curiga atas terjadi kebakaran tersebut yang disinyalir terjadi unsur kesengajaan, mengakibatkan lima rumah hangus terbakar.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, bahwa Tim Dokpol Polda Sulsel telah melakukan proses identifikasi terhadap enam jenazah korban kebakaran.

“Keenam korban sudah menjalani proses identifikasi dan sore ini akan langsung dilakukan pemakaman di Kabupaten Pangkep,” kata Irwan Anwar.

Irwan Anwar menuturkan, diantara keenam jenazah korban kebakaran tersebut, dua jenazah akan dilakukan proses otopsi oleh Tim Dokpol Polda Sulsel.

“Dua jenazah yaitu almarhum H Sanusi dan Fahri, sore ini akan di otopsi berkaitan adanya informasi kejanggalan yang ditemukan di TKP dan berdasarkan keterangan dari saksi, kejanggalan seolah-olah dalam musibah kebakaran,” tuturnya.

Kapolrestabes Makassar menjelaskan, bahwa dari keenam jenazah korban yang ditemukan ini ditempat berbeda dalam rumah korban. Tiga korban ditemukan di lantai satu, lanjut Irwan, sementara tiga korban lainnya ditemukan di lantai dua.

“Tiga korban ditemukan dalam posisi tertelungku. Namun sejauh ini belum dapat kita simpulkan, apakah bagian ini merupakan pidana atau tidak, tetapi ada informasi yang kita dapatkan yang kita ingin lewatkan begitu saja,” jelasnya.

Ia membeberkan, pihaknya akan mendalami lagi untuk menentukan titik apinya berasal dari mana. Karena kata Irwan, berdasarkan keterangan saksi bahwa api berasal dari tiang listrik yang berada di depan rumah korban.

“Ini sangat menentukan apakah pidana atau tidak. Sementara tim reskrim masih mendalami titik api di TKP, termasuk Tim Labfor,” pungkasnya.

Penulis : Illank

Related Post