RAPORMERAH.co, MAKASSAR | Kapten kapal Taft Boat (TB) Muara Badak tewas mengenaskan setelah insiden kecelakaan kerja di perairan Fasharkan Makassar, Jumat (8/2) sekitar pukul 18.30 WITA.
Dalam insiden itu, Kapten Kapal TB Muara Badak, Sam Habel Kumaunang (50) meninggal dunia dan satu anak buah kapal (ABK), Absoneri Panjaitan (32) mengalami luka yang cukup parah.
Kecelakaan itu terjadi, ketika kapal TB Muara Badak menarik LCT Muara Sentosa yang kandas di perairan Fasharkan Makassar. Tetapi saat menarik LCT yang baru berjarak 20 meter, tiba-tiba tali toil putus sebanyak 3 kali sehingga mengenai kaca anjungan dan mengenai kapten kapal TB Muara Badak pada bagian wajah sehingga korban seketika meninggal dunia dan satu ABK terluka.
“Pada kejadian kapten kapal menarik kapal yang kandas, tetapi saat ditarik tali yang diujung kapal LCT Muara Sentosa terputus lalu menghantam belakang kapal TB Muara Badak lalu tembus ke depan dan mengenai kapten kapal,” terang Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Makassar, AKP Benny Pornika saat ditemui di Mapolres Pelabuhan Makassar, Sabtu (9/2/2019) dini hari.
Benny menyebutkan, dalam kejadian itu terdapat dua orang korban. Dimana satu korban meninggal dunia dan satu orang lagi menderita luka yang cukup parah kemudian dilarikan ke RS TNI AL Jala Ammari.
“Ada dua korban yakni kapten kapal TB Muara Badak meninggal dunia dan ABK kapal yang mengalami luka pada bagian tangan, bahu dan kepala,” bebernya.
Saat ini, kata Benny kapal tersebut telah diamankan dan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi.
“Hasil pemeriksaan sementara diketahui bahwa tali tersebut sudah putus sebanyak tiga kali. Unsur kelalaian pasti ada, dan langkah selanjutnya kita masih memeriksa saksi-saksi serta talinya akan periksa di labfor untuk mengetahui tali itu layak atau tidak digunakan,” pungkasnya.
Hingga saat ini, jenazah kapten kapal TB Muara Badak dan ABK yang mengalami luka masih berada di RS TNI AL Jala Ammari.
(Mir/Azr)