NH-AZIZ Jadi Korban Black Campaign

Abdul Aziz Qahhar Mudzakar saat menghadiri Milad ke- 108 Muhammadiyah di Kabupaten Jeneponto, Sabtu (24/11/2017) | Foto : IST

Abdul Aziz Qahhar Mudzakar saat menghadiri Milad ke- 108 Muhammadiyah di Kabupaten Jeneponto, Sabtu (24/11/2017) | Foto : IST

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Proses Pilgub 2018 belum berjalan namun, kampanye hitam telah terjadi seperti yang dialami salah satu bakal calon Wakil Gubernur Sulsel, Abdul Aziz Qahhar Mudzakar saat menghadiri Milad ke- 108 Muhammadiyah di Kabupaten Jeneponto, Sabtu (24/11/2017) kemarin.

Hal itu terjadi melalui postingan foto yang tersebar viral di media sosial. Dalam foto tersebut, tampak legislator DPD tiga periode ini menelepon dengan ponsel berstiker pasangan IYL-Cakka bertuliskan “Bersama Itu Kita”.

Namun, setelah dikonfirmasi, Aziz Qahhar memang sedang menerima panggilan telepon dari ponsel milik politisi PAN Sulsel, Syamsuddin Karlos. Saat itulah, pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah ini dijepret oleh tamu undangan Milad Muhammadiyah lainnnya.

“Kita kan memang harus selalu menyambung tali silaturahmi, saat itu memang saya sedang menerima telepon tanpa memedulikan ada stiker HP-nya,” ujar Abdul Aziz Qahhar Mudzakar.

Mengetahui dirinya “dikerjai”, Aziz Qahhar pun mengaku bersikap ikhlas terhadap kampanye hitam yang menyerangnya tersebut.

“Saya selalu maafkan. Ini bagian dari dinamika, saya ikhlaskan karena niat awal memang hanya ingin mengabdi untuk Sulsel,” ujarnya.

Selain itu, Aziz Qahhar pun mengimbau agar ke depannya sikap tidak dewasa dalam dunia perpolitikan tersebut tidak terulang kembali.

“Ini yang selalu harus ditekankan, kita mesti kedepankan politik santun tanpa saling menjatuhkan. Sudah bukan waktunya untuk bermain curang,” pesannya.

Aziz Qahhar memang kerap menjadi objek kampanye hitam, terutama menyangkut isu sentimen agama.

Sebelumnya, ia dikabarkan akan melakukan pemaksaan memeluk agama Islam. Namun, hal tersebut selalu ditegaskan Aziz Qahhar sebagai isu bohong.

“Tiga periode di DPD, saya turut merumuskan penguatan empat pilar bangsa. Ada UUD 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Toleransi antar umat beragama harus dijamin,” tegasnya.

Penulis : Illank

Leave a Reply