Operasi Pekat Liput 2017, Polrestabes Makassar Jaring Puluhan Tersangka CCC  

Tersangka Beserta Barang Bukti Hasil Operasi Pekat Lipu 2017 | Foto : Illank

Tersangka Beserta Barang Bukti Hasil Operasi Pekat Lipu 2017 | Foto : Illank

RAPORMERAH.CO, MAKASSAR – Selama sepuluh hari pelaksanaa Operasi Pekat Liput 2017 puluhan pelaku kejahatan berhasil diringkus personil kepolisian jajaran Polrestabes Makassar.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Anwar Arifin mengatakan Operasi Pekat Lipu dimulai sejak tanggal 24 Oktober hingga 13 November 2017 nanti.

“Operasi ini dilaksanakan selama 20 hari dan saat ini baru hari ke 10 pelaksanaan operasi Pekat Liput 2017, kemudian berhasil mengungkap sejumlah kasus Curat Curas dan Curanmor dijajaran Polrestabes Makassar,” kata Kapolrestabes Makassar saat confrensi pers di Mapolrestabes Makassar, Jumat (03/10/2017).

Ia mengungkapkan selama operasi 10 hari ini, polisi telah berhasil mengungkap 11 kasus curas dengan tersangka 15 orang, 6 kasus curat dengan tersangka 13 orang dan 6 kasus curanmor dengan tersangka 8 orang.

Selain itu, 4 kasus perjudian dengan tersangka 14 orang serta operasi lainnya didapatkan 4 kasus premanisme di jalan dengan tersangka 4 orang.

“Operasi pekat ini adalah operasi penyakit masyarakat. Dimana menyikapi maraknya kejahatan konvensional atau street crimen,” ungkapnya.

Menurut Anwar, intensitasnya kejahatan di Makassar cukup tinggi sehingga pihak kepolisian menekan jumlah kejahatan dengan dilaksanakan Operasi Pekat Liput 2017 dan hasil yang diberikan cukup banyak.

“Jadi masih ada 10 hari lagi, kita akan laksanakan serentak di seluruh jajaran Polrestabes Makasaar,” ujarnya.

Lanjut Anwar, Target Operasi (TO) yang memang ditargetkan itu ada 5 kasus sedangkan non TO disebut imbangan juga dilaksanakan.

“Insha Allah secara keseluruhan kita bisa mengungkapnya dan mungkin justru lebih jumlah TO yang kita targetkan,” katanya.

Anwar menerangkan, untuk pelaku kejahatan dibawa umur hanya satu orang dengan kasus curat.

“TKP yang banyak terjadi di sekitar perumahan, kos-kosan dan beberapa pertokoan, rata-rata pelaku melakukan aksinya pada malam hari,” tutupnya.

Penulis : Illank

Leave a Reply