


RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Pihak Polda Sulsel terus bekoordinasi dengan pihak Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kanwil Kemenag) Sulsel, untuk terus menangani dan memaksimalkan penyidikan kasus jamaah umroh, korban penipuan travel Abutours.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono, saat ditemui mengatakan bila pihaknya baru baru ini telah berkoordinasi dengan pihak Kanwil Kemenag Sulsel terkait kasus dugaan penipuan jamaah umroh Travel Abutours dalam soal penetapan tersangka dalam kasus ini.
“Tersangka itu tinggal ngambil saja. Itu gampang,” kata Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono, Selasa (20/3).
Akan tetapi menurut Kapolda Sulsel, bahwa ini masalah uang masyarakat yang harus diamankan. Kalau hanya menangkap saja itu gampang, tapi resikonya kalau ditangkap, dia bisa tidak tanggungjawab lagi.
Lanjut Umar, pihaknya telah bersikap bijaksana dalam menangani kasus ini. “Jangan sampai kita tindak tegas dari awal. Takutnya akan terjadi kerugian lebih besar terhadap masyarakat,” tandasnya.
Ditempat yang sama Kabid Humas Polda, Kombes Pol Dicky Sondani, mengatakan bila sejauh ini, penyidik masih terus mengkaji dan menginvestigasi kemana uang itu. Termasuk juga digunakan untuk investasi tempat yang lain.
“Polda sudah mendeteksi sejumlah aset dan barang barang mewah milik bos Abu Tours,” bebernya.
Seperti pembelian sejumlah mobil mobil mewah dan hal itu juga dikatakan karyawan Abutours. Namun ironisnya lagi kata Dicky, bahwa karyawan Abutours hingga saat ini belum menerim gaji.
Dicky menuturkan, kondisi keuangan Abutours semakin menipis dan tidak mungkin memberangkatkan jumlah calon jamaah umroh segitu banyaknya.
“Ini jelas ada unsur sengaja ingin menipu masyarakat,” cetusnya.
Sejauh ini kata Dicky, uang jamaah yang sudah di sedot pihak Abutours. Jumlahnya sudah sudah lebih 1 triliun rupiah dan ini masih sementara dikaji lagi.
Penulis : Illank
Leave a Reply