


RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Massa gabungan Aliansi Masyarakat Penyelamat Bumi (AMPIBI) melakukan aksi unjuk rasa memperingati hari Bumi di kantor Gubernur Sulsel Jalan Urip Sumorhardjo Makassar, Senin (23/4/2018) sekitar pukul 12.24 Wita.
Sebelumnya, massa AMPIBI melakukan aksi long march dari Fly Over ke kantor Gubernur Sulsel sambil membawa bola dunia dan melakukan orasi.
Koordinator aksi, Apandi dalam orasinya mengatakan, bahwa akibat investasi asing monopoli terhadap lahan-lahan kelolah rakyat, sehingga lahan rakyat semakin sempit.
“Buktinya PLTGU, PLTA Bakaru 2 dan PLTA Buntu. Bahkan reklamasi Pantai Losari dilakukan oleh pemerintah dan Central Point Of Indonesia yang menyebabkan timbunan reklamasi CPI merusak terumbu karang dan juga nelayan terancam tidak melaut karna abrasi sekitar 20 meter,” kata Apandi.
Massa menuntut segera mencabut 11 ijin tambang di Seko, 33 ijin tambang di Maros dan menolak tolak privatisasi laut serta hentikan reklamasi Pantai Makassar.
“Kami membawa 13 tuntutan pada aksi Hari Bumi Internasional yang digelar hari ini,” ujarnya.
Hingga saat ini, massa AMPIBI masih melakukan aksi unjuk rasanya di kantor Gubernur Sulsel dengan pengawalan sejumlah personel kepolisian.
Penulis : Illank
Leave a Reply