


RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Lingkar Aksi Mahasiswa Indonesia (LAMA-Makassar) melakukan aksi unjuk rasa dalam rangka memperingati 20 tahun pasca Reformasi di bawa jembatan Flyover Jalan Urip Sumohardjo Makassar, Senin (21/5/2018).
Dengan menggunakan pengeras suara massa secara bergantian melakukan orasi sambil membentangkan spanduk yang menjadi tuntutan LAMA-Makassar.
Kemudian massa melakukan orasi dan membakar keranda mayat sebagai simbol menolak lupa tragedi Mei 1998.
Jenderal lapangan, Husnul Mubarak mengatakan, pemerintah agar bertindak tegas tidak berkopromi dengan kelompok Anti Pancasila.
“Meminta masyarakat untuk menolak lupa terhadap tragedi Mei dan jangan pilih pemimpin yang memilih sejarah kelam dan catatan hitam saat penculikan mahasiswa Mei 1998,” tegasnya.
Ia juga mengecam partai atau Ormas yang secara terang bederang mendukung paham khilafah HTI yang bertentang dengan pancasila dan telah dinyatakan Ormas terlarang di NKRI.
“Negara sebagai lembaga negara harus tegas dan tidak memberikan ruang kepada kelompok atau Ormas yang memiliki paham radikalisme anti Pancasila,” ungkapnya.
Husnul dalam orasinya mendukung pihak keamanan untuk usut dan tangkap pelaku teroris peledakan bom Surabaya.
“Kami mengecam keras segala bentuk-bentuk terorisme dan pahan radikalisme yang membunuh rasa kemanusia,” kecamnya.
Penulis: Illank
Leave a Reply