RAPORMERAH.CO MAKASSAR – Meski tidak disebut daearah yang rawan konflik dalam Pilkada ,Pilgub dan Pillres 2018-2019 . Tapi diakui, ada beberapa daerah yang sangat rawan dari gesekan yang bisa menimbulkan keadaan tidak kondusip.
Mantan Pimpinan Redaksi Pedoman Rakyat ini, membenarkan dari 12 Kabupaten/kota yang serentak Pilkada, yang memiliki tantangan – tangan yang sama.
” Tapi ada beberapa daerah yang nantinya akan kita kuatkan pengawasannya secara khusus,” aku Drs.H.L.Arumahi, MH, pada
pelantikan Panwas Kabupaten/Kota dihotel Grand Clarion, Minggu lalu 27/08/2017.
Sayang Arumahi, tidak menyinggung, personil khusus panwas Kab.Pinrang yang suda tiga priode personilnya itu-itu saja meski selama mereka dipercaya rakyat sejumlah kasus proide mereka bertugas hingga adanya Kota TPS yang semuanya kertas pemilih sudah dilobangi, dan Pilkada 2013 sejumlah kasus tak ada yang diteruskan. ” Inilah yang diragukan nanti pada saat Pilkada 2018 ,Panwas Kabupaten Pinrang , kembali disebut ” Singa Ompong yang hanya jadi penonton di semua lini Pelaksanaan Pilkada Pinrang nanti, ” kata Akbar salah satu pemerhati LSM di Pinrang.
Sayang, Ruslan, Ripa Wardana, dan Muhammad Sakir, yang berusaha di hubungi untuk menghadapi Pilkada Pinrang , dan harapan publik agar pengawasannya tidak lagi digelar ” Singa Ompong” tak satupun yang berhasil ditemui sehubungan sekertariatannya belum jelas di Pinrang.
Diakui atau tidak ,letaknya kelemahan Bawaslu, dan Panwas , setelah priode cemerlang Panwas erah tak diikutkannya lagi unsur Kepolisian dan Kejaksaan , sehingga ada hal-hal tertentu yang mereka tak bisa tembus.
Penulis : Nasri Aboe