RPM – Palu | Oknum inisial RA dan RF menjadi sosok penting dalam dugaan kongkalikong dan gratifikasi proyek di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulawesi Tengah (Sulteng).
RA berperan sebagai perusahaan Bintang Jaya Mandiri atas perintah RF membuat komitmen terselubung dengan FT sebagai pemilik paket dan salah satu oknum pejabat di Pemprov Sulteng guna memenangkan tender paket proyek pembangunan SMA 1 Palele Barat Kabupaten Buol.
Peran vital RA dan RF tersebut diungkap Lembaga Komunitas Peduli Lingkungan Ekonomi Sosial (L-Kompleks) dalam ketererangan pers nya kepada beberapa media, Kamis 17 Agustus 2023.
“RA dan FT aktor penting dan itu sudah diaminkan oleh salah satu saksi kunci yang selama ini memang kami butuhkan keterangannya” jelas Sekjend L-Kompleks Ruslan saat ditemui Media
Ruslan menyebut peran dan modus RA merupakan pintu masuk utama untuk membongkar praktek kongkalikong yang jelas mengarah ke tindak pidana gratifikasi yang diduga bukan kali ini saja serta di satu instansi saja dilakukan RA dan RF.
“dari cara kerjanya RA ini sudah lama bermain dan kami duga kuat merupakan sindikat atau mafia proyek lah, modusnya ngaku kontraktor namun setelah ditelusuri ternyata hanya broker yang ditugaskan oleh RF yang ternyata bukan juga orang perushaan tetapi hanya peminjam perusahaan Cv Bintang Jaya Mandiri yang berlokasi di tangerang selatan” ungkapnya.
“Menambahkan, bahkan bukti percakapan tlp antara RA dan salah satu oknum pejabat di Pemprov Sulteng inisial R jelas membahas soal Fee dan kemana Duit komitmen itu nantinya diserahkan” Tegas Ruslan.
Sementara itu, menurut saksi kunci dari L-Kompleks yang enggan disebutkan namanya, mengungkap jika awal mula RA meminta RAB paket pembangunan SMA 1 Palele Barat dan meminta dipertemukan dengan panitia lelang atau ULP sebelum mengikuti tender dan semua permintaan itu terwujud dengan adanya pertemuan antara RA, ULP dan Oknum FT sebagai yang mengaku pemilik paket serta M yang ditugaskan FT mencari Kontraktor.
“Sebelum lelang tayang di LPSE RA sudah memegang RAB dan Bertemu dengan ULP serta M dan FT untuk diatur berapa jumlah penawaran supaya bisa masuk posisi pertama dan semua dolumen kelengkapan lelang di periksa dulu apa yang kurang supaya bisa di betulkan sebelum di upload, serta ada dil 10 persen yang disepakati dan buktinya ada ” jelasnya.
Selain itu, saksi kunci dari L-Kompleks juga membenarkan keterlibatan oknum pejabat dalam proses kongkalikong pembangunan Sekolah yang menggunakan Dana Alokasi Khusus itu.
“Oknum pejabatnya memang ada dan memang kenal dengan RA, bahkan saat pertemuan dengan ULP oknum pejabat tersebut berbicara via tlp dengan RA menggunakan Handphone milik FT yang mengaku sebagai pemilik paket dan saat itu oknum pejabat tersebut diketahui bersama sedang berada di tanah suci mekah” ungkapnya.
Sementara itu, telah dikonfirmasi sebelumnya, Oknum Pejabat yang ada dalam temuan L-Kompleks membantah hal tersebut dan mengatakan sedang tidak berada di Indonesia.
“Saya tidak di Indonesia, saya tidak tau soal itu saya lagi Haji, saya haji dari tanggal 16 Juni sampai 21 Juli” jawabnya Via Watsapp kepada media, Kamis (10/8/2023) lalu.
Diketahui, tender yang di menangkan oleh Bintang Jaya Mandiri merupakan paket proyek yang ada di Disdikbud Sulteng yakni pembangunan gedung SMA Negeri 1 Palele Barat Kabupaten Buol yang menggunakan anggaran DAK senilai 3.1 Miliar Rupiah.
(ADR)