


RAPORMERAH.co, Jakarta – Kejadian ambruknya selasar gedung tower dua milik Bursa Efek Indonesia yang berada di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta Selatan masih menyimpan tanda tanya.
Salah seorang saksi, Sisworo yang sedang berjaga saat di lokasi menceritakan kronologis kejadian tersebut, awalnya berjalan seperti biasa, namun saat beberapa mahasiswa sedang melakukan kunjungan di kantor BEIJ, tiba-tiba terdengar suara kencang dari dalam tower dua.
Saksi yang melihat kejadian tersebut sontak kaget, Kemudian alarm gedung berbunyi dan area gedung mulai diamankan dan segera menghubungi polisi serta medis.
Namun, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Tito Sulistio menuturkan, kejadian yang memakan korban luka-luka serta patah tidak mengganggu sistem operasi bursa efek dan perdagangan.
“Nggak sampai duapuluh orang nggak ada apa apa itu lantai satu intinya rubuh ini menurut saya nggak taulah nggak ada apa apa, tiga empat orang patah yang lain luka luka sistem bursa tidak terganggu sama sekali tidak ada gangguan sama sekali pada sistem bursa dan perdagangan,”ujarnya pada saat diwawancara senin, (15/01/2018).
Diketahui, Sampai dengan saat ini gedung BEIJ masih dilaksanakan penjagaan oleh pihak kepolisian untuk mengantisipasi ada korban yang belum dievakuasi.
Penulis : Thamrin
Leave a Reply