Sepanjang 2017, WNA Asal China Mendominasi Masuk ke Makassar

Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Makassar, Pallawarukka (tengah) saat merilis hasil kinerja Kantor Imigrasi Kelas 1 Makassar sepanjang 2017 di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 13 Makassar, Rabu (20/12/2017) | Foto : Illank

Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Makassar, Pallawarukka (tengah) saat merilis hasil kinerja Kantor Imigrasi Kelas 1 Makassar sepanjang 2017 di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 13 Makassar, Rabu (20/12/2017) | Foto : Illank

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Sepanjang tahun 2017 Kantor Imigrasi Kelas 1 Makassar telah menerbitkan 80.064 Surat Perjalanan Republik Indonesia (SPRI) namun jika dibandingkan dengan tahun 2016 penerbitan paspor mencapai 81.760 paspor.

Hal ini dikatakan Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Makassar, Pallawarukka merilis hasil kinerja Kanim Makassar selama periode 2017 di Jalan Perintis Kemerdekaan Km 13, Rabu (20/12/2017).

“Memang mengalami penurunan jumlah sekitar 1696 paspor. Hal ini diperkirakan terjadi karena berkurangnya jumlah jamaah haji dan umrah dari daerah Kota Makassar, notabene para pemohon paspor didominasi oleh calon jemaah haji dan umrah,” kata Pallawarukka.

Selain itu, lanjut Pallawarukka, bahwa sepanjang 2017 pihak Kanim Makassar telah melakukan penundaan penerbitan paspor terhadap para pemohon paspor yang diduga sebagai calon TKI non prosedural.

“Ada 78 permohonan penerbitan paspor yang ditunda lantaran diduga sebagai TKI non prosedural dan ada 40 orang jemaah haji ilegal yang menggunakan visa ziarah berhasil digagalkan keberangkatannya serta penolakan keberangkatan TKI non prosedural berjumlah 3 orang,” ungkapnya.

Pallawarukka menjelaskan bahwa dalam wilayah Kanim Makassar terdapat Tempat Pemeriksaan Keimigrasian (TPI) seperti di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dan di Pelabuhan Soekarno-Hatta sebagai tempat keluar masuk wilayah Indonesia.

Jumlah kedatangan Warga Negara Asing kata Pallawarukka, sepanjang 2017 sebanyak 17.368 WNA dan Warga Negara Indonesia sebanyak 88.990 WNI. Sementara keberangkatan WNA sebanyak 16.987 WNA dan WNI 99.250 WNI

“Yang terbanyak masuk ke Makassar berasal dari Malaysia (9.932 WNA) selanjutnya dari Singapura (907 WNA), China (891 WNA) dan Prancis (769 WNA),” terangnya.

Di tahun 2017 Kanim Makassar telah memberikan Izin Tinggal Keimigrasian sebanyak 7.982 ITK yang terdiri dari 6.623 Izin Tinggal Kunjungan (ITK), 1.335 Izin Tinggal Terbatas (ITAS) dan 24 Izin Tinggal Tetap (ITAP).

“Warga negara China mendominasi ITK dan ITAS, untuk ITK warga negara China ada 5571 WNA, Amerika serikat ada 269 WNA, Malaysia ada 89 WNA, Ausralia ada 65 WNA, dan India ada 55 WNA,” urainya.

Sedangkan untuk ITAS warga negara China ada 5571 WNA, diikuti Malaysia ada 269 WNA, Belanda 89 WNA, Amerika serikat ada 65 WNA dan Australia ada 55 WNA. Dimana tujuan mereka ada yang melanjutkan pendidikan dan bekerja di PLTU Jeneponto.

“Untuk Izin Tinggal Tetap (ITAP) yang dikeluarkan ada 24 izin terdiri dari warga negara Jepang ada 3 WNA, Inggris 2 WNA, Hongkong ada 2 WNA dan Korea Selatan ada 2 WNA serta Malaysia ada 2 WNA. Tujuannya untuk bertemu dengan keluarga,” pungkasnya.

Pallawarukka menambahkan, pada 2017 Kanim Makassar telah melakukan Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) kepada 36 orang WNA.

‘Berupa deportasi 18 WNA, Penangkalan kepada 13 WNA, Pembatalan Izin Tinggal 1 WNA dan penyidikan tindak pidana keimigrasian untuk pro Justisia sebanyak 5,” tutupnya

Penulis : Illank

Leave a Reply