


RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Polda Sulsel sepanjang tahun 2018 telah berhasil melakukan pengungkapan dan penangkapan terhadap terduga pelaku teroris.
Menurut Kabid Humas Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, bahwa dalam setahun pihaknya berhasil menangkap 13 orang tersangka teroris di Sulsel. Dan isu teroris masih saja menjadi momok kehidupan bernegara.
“Kita di Sulsel di tahun 2018, terbesar se Indonesia dalam pengungkapan kasus terorisme. Ada 13 orang yang kita tangkap, untuk Polda Polda lain itu tidak ada sebesar kita,” terang Dicky Sondani, saat ditemui di bilangan Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Senin (28/1/2019).
Dicky menyebutkan, jika sebelumnya pihaknya telah berhasil menangkap tersangka teroris di Sulsel. Seperti perakit bom di Mapolres Poso pada tahun 2013, kemudian pada tahun 2015, tersangka atas nama Ambo Ece yang merupakan anak buah Santoso dan Daeng Koro yang tergabung dalam Mujahidin Indonesia Timur. Tersangka ini ditangkap di Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo.
“2018 lalu, ada dalam waktu empat hari berhasil diamankan delapan orang tersangka teroris di Sulsel. Jadi kembali bagaimana situasi Sulsel, alhamdulillah situasi di 2018 aman dan kondusif,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs Hamidin, sedikit menjelaskan sejarah teroris di Sulawesi Selatan. Berdasarkan sejarah, lanjut dia, teroris sebenarnya juga berasal dari Sulsel. Waktu itu, teroris pertama muncul dari Sulsel bernama (Negara Islam Indonesia) NII.
“Kalau kita berbicara sejarah panjang teroris, itu juga berasal dari Sulsel. Kita ingat (Negara Islam Indonesia) NII dulu dan sebagainya,” katanya.
Mantan Deputi III Badan Nasional Penanggulangan Terioris (BNPT) ini juga menambahkan, terorisme saat ini sudah menjadi masalah global yang tentunya harus menjadi perhatian penuh semua pihak. Untuk itu, ia mengajak semua kalangan untuk mencegah paham dan proses radikalisme tidak meluas dan berkembang.
(Ink/Azr)
Leave a Reply