


RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Tiga bulan telah berlalu Ali Akbar yang merupakan korban Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua belum ditemukan.
Pihak keluarga korban KKB di Papua menulis surat untuk Presiden RI, Joko Widodo, lantaran, belum ada kabar korban baik dari pemerintah maupun dari pihak Perusahaan Istana Karya hingga saat ini.
Kakak Ali Akbar, Risma memperlihatkan surat yang ia tulis untuk Presiden RI, Jokowi di rumahnya di Jalan Tator, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.
“Sudah tiga bulan adik saya menjadi korban KKB di Papua. Tetapi hingga saat ini belum ada kabar kepastiannya baik dari pemerintah maupun dari perusahaan,” kata Risma.
Dalam suratnya Risma meminta kepada Presiden Jokowi untuk mengusut tuntas penembakan tersebut dan mencari tahu kondisi dari adeknya, Ali Akbar yang berusia 27 tahun.
Hingga saat ini kata Risma, belum ada dari pihak perusahaan tempat adiknya bekerja yang datang ke rumah korban untuk memberikan penjelasan.
“Kita sudah pernah mencari alamat perusahaan Istana Karya disini (Makassar), tetapi alamat itu tidak sesuai,” ujarnya.
Ali Akbar berangkat ke Papua bersama 8 orang pekerja lainnya, dari delapan orang tersebut lima orang dinyatakan meninggal dunia dan telah dipulangkan ke Makassar.
Sementara, tiga orang lagi termasuk Ali Akbar, Hardi Ali dan Petrus Ramli belum diketahui kabarnya hingga saat ini.
Kini pihak keluarga korban hanya berharap agar suratnya bisa dibaca oleh Presiden Joko Widodo, karena Risma tidak tahu lagi harus kemana menyampaikan permintaannya.
(Mir/Azr)
Leave a Reply