RAPORMERAH.CO MAROS – Wawancara khusus, wartawan Rapormerah kepada Anggota Komisi III (3) Bidang Perizinan, DPRD Maros, Akbar Endra terkait polemik penyataanya meminta Grand Mall segera dibuka dan pihak menegemen merekrut Pemuda Pancasila dan Organisasi Kepemudaan lainya sebagai Top Menegemen.
Akibat pernyataanya, membuat sidang dihentikan secara paksa karena kericuhan terjadi, saat sejumlah Aktivis Pemuda Pancasila mengamuk ingin meyeret paksa Akbar, keluar ruang sidang.
Sidang Komisi Dokumen Analisi Dampak Lingkungan (Andal) pengembangan kawasan perdagangan jasa, Bussines Batangase Land, yang diajukan oleh Pemohon PT Anugrah Sukses Lestari berlangsung Senin lalu di Gedung B Pemkab Maros. Pada rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas.Lingkungan Hidup, A. Davit Syamsuddin. Berikut pernyaan Akbar melalui Via BBM.
Apa maksud pernyataan anda yang berharap Grand Mall cepat dibuka, “Lebih Cepat Lebih Baik” apa anda tidak memihak atau membekingi Investor ?
Tidak demikian, maksud saya kalau Andal kelar silahkan dibuka. Kalau belum jangan dulu beroperasi, saya rasa Pemkab akan memberi kemudahan pada investor.
Kehadiran anda dalam sidang itu, misinya bagaimana, anda dinilai merusak suasana sidang, karena cara berfikirnya tidak berkaitan dengan pembahasan Andal, ?
Saya juga bingung kok bisa hadir, soalnya sayakan memang diundang, jadi yah datang saja apalagi pas ada paripurna di baruga sebelahnya acara itu.
Jadi saya tidak terlalu tau. Makanya saya ngomong saja, kemudian saya ceriyakan, dulu bulan puasa mau buka terus ndak jadi. Ini harus jelas, bagaimana kronologi perizinan Mall ini. Pemberi IMB harus mengklarifikasi kenapa bisa terbit IMB kalau ada pelanggaran.
Apa maksud pernyataan anda, meminta pihak perusahaan Grand Mall merangkul Pemuda Pancasila dan Ormas Lainya di Maros kedalam menegemen perusahaan itu ?
Saya berinisiatip sendiri mengusulkan agar potensi masyarakat lokal diberdayakan terutama pada top manajemen. Hehhe…tidak pernah PP minta jatah. Itu inisiatip saya saja, saya menganggap semua OKP itu potensial. Ini salah paham saja dari pernyataan saya.
Bagaimana tanggapan anda soal pernyataan anda yang menimbulkan konflik, apakah andak ingin meminta maaf secara terbuka yang ditujukan ke pihak Pemuda Pancasila ?
Yah wajar jika saya minta maaf, karena memang pernyataan saya bisa menimbulkan salah pahan.
Saran anda bagaimana soal masalah izin Grand Mall ini, ?
Kalau saya sarankan, pihak inspektorat turun tangan supaya terang benderang masalahnya. Jangan bikin penasaran kita-kita ini. Saya perlu kejelasan, karena rumah saya di sebelah mall ini, tetangaan.
Setelah wawancara khusus ini Akbar beberapa menit kemudian membuat status permohonan Maaf kepada Pemuda Pancasila, lewat status akun Facebooknya.
Liputan : Jumadi | Editor : Akbar