17 Tahun Tak Dibayar, Ahliwaris Ancam Tutup Tol Jelang Lebaran

RAPORMERAH.CO MAKASSAR – Warga Kelurahan Buloa bersama ahli waris dan elemen mahasiswa tegaskan akan blokir jalan Tol Reformasi tepatnya H-7 Idul Fitri.

Hal itu dibenarkan Andi Amin Halim selaku kuasa hukum pihak ahli waris pemilik lahan intje koemala versi Chandra Taniwijaya, Kamis (15/6/2017).

“Hingga saat ini kami belum juga di bayar, apalagi sudah memasuki 17 tahun. Entah kemana lagi harus mengadu, setiap kali kami hanya diberi janji akan di bayarkan namun itu hanya bohong besar,”beber Andi Amin.

Lanjutnya, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU-PR) tak juga menepati janjinya yang akan membayarkan uang sisa ganti rugi lahan yang telah di bebaskan menjadi jalan tol sejak 2001 lalu.

Amin mengaku tak tau mengadu kemana sehingga satu satunya jalan ia harus tempuh bersama warga dan ahli waris meminta bantuan elemen Mahasiswa se Makassar untuk hak yang tak kunjung di berikan Kementerian PU-PR.

“Kami sudah menemui semua pihak di jakarta dan hanya di beri janji yang ujung ujungnya hanya iming imingan dan meminta kami tak menutup akses jalan tol karena sementara proses akan di bayar tapi sekali lagi itu hanya kebohongan,”terang Andi Amin.

Sebelumnya diketahui, masalah ini pun telah di laporkan secara resmi ahli waris pemilik lahan intje Koemala versi Chandra Taniwijaya Ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan korupsi uang ganti rugi lahan oleh Kementerian PU-PR.

Pihak ahli waris pemilik lahan tetap bertahan sesuai dengan dasar putusan pada tingkat Peninjauan Kembali (PK) dari Mahkamah Agung (MA), nomor 117/PK/Pdt/2009 tertanggal 24 November 2010 yang memerintahkan Kementerian PU-PR segera membayarkan sisa ganti rugi lahan mereka yang dibebaskan menjadi jalan tol reformasi makassar.

 

Peliput : Thamrin |  Editor: Kurniawan

Leave a Reply