7000 Pasukan Kodam XIV Hasanuddin Disiapkan untuk Amankan Pemilu 2019

Kepala Staf Kodam XIV Hasanuddin, Brigjen TNI Budi Sulistijono saat ditemui di Kodam XIV Hasanuddin. (Foto/illank)

Kepala Staf Kodam XIV Hasanuddin, Brigjen TNI Budi Sulistijono saat ditemui di Kodam XIV Hasanuddin. (Foto/illank)

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Sebanyak 7000 prajurit Kodam XIV Hasanuddin disiapkan dalam tugas pengamanan pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden pada 17 April nanti.

Hal dikatakan oleh Kepala Staf Kodam XIV Hasanuddin, Brigjen TNI Budi Sulistijono, Kamis (17/1/2019).

“Kami di Kodam ini memiliki personil lebih dari 15 ribu, tapi sesuai yang dibutuhkan teman-teman dari kepolisian, dikerahkan kurang lebih 7.000 personil,” kata Budi Sulistijono.

Menurut Budi, bahwa kesiapan kodam dalam pengaman Pilcaleg dan Pilpres 2019 ini, dan sesuai tugas pokok TNI untuk membantu tugas dari kepolisian yang berada di tiga wilayah yakni, Polda Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara.

Lanjutnya, untuk jumlah personil yang akan diperbantukan sesuai dengan hasil koordinasi bersama pihak kepolisian, akan membantu (BKO) satu pleton diturunkan di tiap-tiap polres pada wilayah setempat.

Budi menuturkan, pihaknya juga menyiapkan personil guna mendukung kemungkinan ada hal-hal terjadi bila mana ada penambahan pasukan untuk untuk pengamanan.

Sementara kata Budi, untuk wilayah Sulsel merupakan tanggungjawab Korem dengan pasukan Batalyon 726. Sehingga kalau polres membutuhkan pasukan, nanti kodim meminta kepada Komandan Korem (Danrem) segera meberikan bantuan yang disiapkan Batalyon 726.

Sedangkan, untuk wilayah Sulbar merupakan tanggungjawab Korem 142. Dan apabila Kodim membutuhkan Danrem punya kekuatan personil dari Batalyon 721. Kemudian di wilayah Sulawesi Tenggara, tugasnya sama, begitu ada kebutuhan personil untuk penambahan pengamanan Danrem mengalokasikan dari Batalyon 725.

“Apabila Korem-korem tadi kekurangan boleh minta ke Panglima Kodam (Pangdam). Kita ada Batalyon 700, Batalyon Kavaleri dan Batalyon Zen Zipur untuk mendukung itu,” bebernya.

Bila mana 7000 prajurit misalnya tidak mampu atau ada kekurangan, maka sisa pasukan cadangan yang dimiliki Kodam Hasanuddin. Akan diturunkan untuk dipergunakan secara optimal.

“Jadi statusnya seperti itu saya sampaikan, satu pleton diperbantukan kepada Polres untuk BKO dibawah kendali operasi. Pengendalian sepenuhnya kepada teman-teman dari Polda dan Polres,” katanya usai pertemuan dengan Komisi I DPR RI di Markas Kodam setempat.

“Apabila kekurangan kita punya Bakops. Panglima punya pasukan yang sudah disiapkan. Pasukan inilah yang disiapkan mendukung pengamanan atas perintah langsung Panglima Kodam XIV Hasanuddin,” tambahnya.

(Ink/Azr)

Leave a Reply