RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sulsel kembali melakukan langkah strategis kedua kalinya, terkait kejadian luar biasa (KLB) yang menimpa Masyarakat Papua akibat penyakit Campak dan Gizi Buruk.
Ketua FLP Forum Lingkar Pena Sulsel, Fahruddin Ahmad mengatakan, Aksi Cepat Tanggap yang kembali lagi dilakukan guna mengurangi beban penderitaan masyarakat yang ada di Papua, maka dari itu ACT menyiapkan bantuan Kapal kemanusiaan serta tim medis.
“Kali ini, ACT tengah menyiapkan bantuan kapal menuju ke papua dengan membawa 100 ton bantuan pangan dan medis,”ujarnya saat melakukan konfrensi pers di Rumah Makan Wong Solo, Jalan Sultan Alauddin Makassar, Kamis, 1/2/2018.
Insan Nurrohman selaku Vice President ACT menyampaikan, Kapal Kemanusiaan Papua tidak hanya membawa bantuan pangan dan medis. Seratus relawan, termasuk tenaga paramedis dan ahli gizi, juga akan ikut dalam perjalanan KK menuju Papua dengan kapal terpisah.
Kapal Kemanusiaan rencananya akan diberangkatkan dari Merauke pada pekan pertama Februari. Untuk melayarkan KK Papua ini, ACT kembali bekerja sama dengan PT Samudera Indonesia.
“Insya Allah bila tidak ada halangan, KK Papua akan berlayar pada Minggu (4/2) ke Mimika. Namun, kami masih berusaha agar tanggal pelayarannya dipercepat mengingat urgensi yang ada di Asmat,” terang Insan.
Lebih lanjut, ia mengatakan Gizi buruk dan campak menjadi potret buram dibalik keindahan dan kekayaan Bumi Papua. Oleh sebab itu, ACT berupaya untuk merespons cepat krisis gizi buruk dan campak yang menimpa anak negeri.
“Kita berusaha melakukan langkah tanggap darurat. Minimal hingga satu bulan ke depan, masyarakat di sana bisa kembali sehat dan lepas dari jeratan gizi buruk dan wabah campak,” tandas Insan.
Sebelumnya, berbagai bantuan paket gizi dan layanan kesehatan gratis telah menjangkau beberapa distrik di Kabupaten Asmat Provinsi Papua. Bantuan tersebut menyasar penderita campak dan gizi buruk yang ada di Kabupaten Asmat.
Seperti diketahui, Kabupatan Asmat merupakan salah satu wilayah yang cukup parah terpapar wabah campak dan gizi buruk. Hingga kini, setidaknya 70 anak di Asmat meninggal dunia akibat campak dan gizi buruk.
Penulis : Thamrin