Annar Salahuddin Sampetoding Serahkan Diri Terkait Kasus Uang Palsu, Pemeriksaan Masih Berlanjut

Annar Salahuddin Sampetoding | Foto : IST

Rapor-Merah.com | Annar Salahuddin Sampetoding (ASS), seorang pengusaha yang diduga sebagai aktor intelektual dalam kasus produksi dan peredaran uang palsu, telah menyerahkan diri ke Polres Gowa. Kapolres Gowa, AKBP Reonald TS Simanjuntak, mengonfirmasi bahwa pemeriksaan terhadap ASS saat ini masih berlangsung intensif.

“Kita periksa jadi untuk saudara ASS sudah datang. Saat ini masih dalam pemeriksaan dan pendalaman,” ungkap Kapolres pada Jumat (27/12/2024).

Hingga kini, status ASS masih sebagai saksi, namun Kapolres tidak menutup kemungkinan adanya perubahan status tergantung pada perkembangan penyidikan lebih lanjut.

“Saat ini masih kita periksa sebagai saksi. Nanti kita lihat bagaimana pengembangan selanjutnya, apakah ada peningkatan status,” jelas Reonald.

Selama pemeriksaan, ASS didampingi oleh tim kuasa hukumnya, sesuai dengan hak setiap warga negara yang sedang menghadapi proses hukum.

“Sudah pasti beliau ditemani pengacaranya. Saat ini masih pendalaman pemeriksaan,” tambah Kapolres.

Proses pemeriksaan terhadap ASS diperkirakan memakan waktu cukup panjang, dengan pemeriksaan bahkan berlangsung hingga dini hari. Kapolres menyebutkan, “Tadi malam sampai jam 4 subuh. Kami istirahat dulu dan nanti dilanjutkan lagi.”

Ketika ditanya mengenai keberadaan ASS, Kapolres memastikan bahwa yang bersangkutan masih berada di ruang pemeriksaan Polres Gowa. “Masih ada di dalam ruangan Polres Gowa,” ujarnya.

Dugaan keterlibatan ASS dalam kasus uang palsu ini mencuat setelah penggerebekan terhadap rumahnya pada awal Desember 2024. Polisi menemukan mesin cetak uang palsu yang sebelumnya dipindahkan ke kampus UIN Alauddin Makassar tanpa sepengetahuan pihak kampus. Mesin tersebut ditemukan disembunyikan di ruang perpustakaan.

ASS, yang dikenal sebagai politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan pengusaha ternama di Sulawesi Selatan, sebelumnya sempat masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Pengungkapan ini semakin mengarah pada keterlibatannya dalam sindikat uang palsu yang beroperasi di UIN Alauddin Makassar.

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Yudhiawan Wibisono, mengungkapkan bahwa ASS memiliki peran sentral dalam pendanaan pembelian bahan baku uang palsu, termasuk kertas konstruk dan tinta yang diperoleh melalui importir bernama Reza.

(ANR)

Related Post