


RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Gubernur Provinsi Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menanggapi kabar terkait berita dirinya beserta Presiden Jokowi yang dicatut lewat akun Facebook milik Irfan Inno Muh, pada 16 Februari lalu.
“Kita seharusnya tahu dulu yah, orang yang mengumbar kebencian itu basicnya apa, yang mendasarinya untuk melakukan itu apa. Karena kalau kita melakukan sesuatunya pasti ada yang mendasari,”ujar SYL saat setelah melakukan sidak di depan Kantor Dukcapil Sulsel. Selasa, 6/3/2018.
Syahrul Yasin Limpo menganggap bahwa ditangkapnya tersangka tidaklah menjadi hal yang sangat penting. Namun dirinya berharap pelajaran yang diperoleh setelah kejadian ini adalah yang terpenting.
“Ditangkapnya itu bukanlah yang terpenting. Yang paling penting itu, masyarakat jadi tahu kalau di dunia cyber, kalau kita mengungkapkan kata-kata kasar dan menyakitkan orang lain. Dan itu tanpa dasar yang jelas, itu adalah tindakan berbahaya dan ini sudah berlaku diseluruh dunia,”lanjutnya.
SYL pun menyampaikan rasa sedihnya karena masih ada beberapa masyarakat yang belum tahu jelas bahaya dari menggunakan Sosial Media dengan kurang bijak.
“Dari semuanya, ini mungkin bisa jadi koreksi juga untuk saya. Dan diluar dari itu, masyarakat agar bisa lebih memahami dan mampu menggunakan sosmed dengan lebih bijak,” tutupnya
Diketahui, Tim cyber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulsel berhasil melacak dan menangkap penyebar ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.
Tersangka penyebar ujaran kebencian terhadap Jokowi ini adalah Muh Irfan Nur alias Ippang alias Inno (33), warga Kelurahan Tamang Maung, Kecamatan Panakukkang, Kota Makassar.
Irfan, mengumbar kebencian lewat akun Facebook Irfan Inno Muh dalam grup Pilkada Sidenreng Rappang 2018. Ippang pun menuliskan kalimat penipu dan pengecut.
Penulis : Thamrin
Leave a Reply