IYL – Cakka Timbulkan Prahara di Tubuh Demokrat

Sekitar 20an lebih pemuda yang tergabung dalam Masyarakat Era democrazy (mercy) berunjuk rasa didepan kantor DPD Partai Demokrat Sulsel jl.Yusuf Dg Ngawing kota Makassar Jumat (3/11/2017) | Foto: Istimewa

Sekitar 20an lebih pemuda yang tergabung dalam Masyarakat Era democrazy (mercy) berunjuk rasa didepan kantor DPD Partai Demokrat Sulsel jl.Yusuf Dg Ngawing kota Makassar Jumat (3/11/2017) | Foto: Istimewa

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Konflik yang terjadi di kubu Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulsel menuai Kekecewaan oleh Kadernya. Pasalnya penerbitan surat tugas oleh DPP Partai Demokrat kepada pasangan IYL – Cakka di nilai mengacuhkan mekanisme Partai Berlambang Mercy itu.

Salah seorang kader Partai Demokrat Kabupaten Gowa Syam Sumarlin mengaku, kecewa dengan diterbitkannya surat tugas kepada pasangan IYL – Cakka. Apalagi, IYL tidak pernah mengikuti tahapan penjaringan yang dilaksanakan oleh Partai besutan SBY.

“Sepanjang berdirinya partai Demokrat, baru kali ini ada skenario seperti ini,”ujar Syam Sumarlin dilanjutkan dengan pembakaran jaket Partai Demokrat.

Senada dengan Syam Sumarlin, Bro Rivai sangat menyesalkan sikap Ni’matullah Cs yang mengikut sertakan bakal calon yang tidak mengikuti mekanisme uji publik simposium. Menurutnya tindakan Ni’matullah Cs berpotensi merusak kepercayaan publik Sulsel terhadap Partai Demokrat.

Pengamat politik Universitas Hasanuddin Makassar, Dr. H. Aswar Hassan, M.Si angkat bicara mengenai problema yang terjadi, ia mengatakan keputusan Demokrat terkait pilkada Sulsel akan menjadi catatan buruk bagi partai besutan Jenderal TNI Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono.

“keputusan demokrat terkait dengan pilkada di Sulsel tersebut yang mengakibatkan seseorang tidak mendapatkan keadilan itu akan memjadi catatan buruk demokrat dan itu bukan pelajaran yang baik dalam berdemokrasi politik dan itu tidak sejalan dengan pemikiran SBY, “Ujarnya melalui Via telepon, Sabtu, 4/11/2017.

Lanjut, ia mengatakan dinamika yang terjadi belum final dan pihak Demokrat mestinya memberikan penjelasan mengenai hal tersebut, karena keputusan yang diberikan sangat bertentangan dengan asas prosedural Partai Demokrat sendiri.

“Pihak demokrat harus memberi penjelasan karena orang tidak akan percaya kenapa melakukan hal seperti itu, yang selama ini berusaha memeberikan pelajaran demokrasi, jadi keputusan demokrat bertentangan dengan asas prosedural,”paparnya.

“tetapi sekali lagi ini merupakan proses dinamika yang belum final, meskipun demikian saya melihat belum final karena belom ditandatangani oleh ketua DPP Pusat dan kalau aspirasi yang memprotes diterima oleh SBY tidak menutup kemungkinan keputusan tersebut dianulir, “tutupnya.

Diketahui sebelumnya, nama yang ikut kegiatan simposium DPD Partai Demokrat Sulsel, Abdul Rivai Ras, Aliyah Mustika Ilham, Andi Nurpati, Nurdin Abdullah, Tanribali Lamo dan Agus Arifin Nu’mang namun DPP Partai Demokrat hanya mengusung pasangan IYL-Cakka yang tidak mengikuti proses kegiatan simposium DPD Partai Demokrat Sulsel.

Penulis: Thamrin CB

Leave a Reply