


RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Sefti Saraswati, balita berusia 16 bulan yang menjadi korban peluru nyasar, kembali harus menjalani perawatan medis.
Sebelumnya balita perempuan tersebut dikabarkan kondisinya telah membaik. Namun kini ia kembali menjalani perawatan lantaran luka jahitan bekas operasi pengangkatan proyektil peluru yang bersarang di selangkangan dekat alat kelaminnya tak kunjung sembuh.
Justru lebih parahnya lagi, luka jahitan tersebut, saat ini dikabarkan putus sehingga luka bekas operasi itu terbuka lalu berlubang.
“Jahitan diluar terbuka lalu lubang. Sefti juga masih sering merasakan sakit,” ucap ayah Sefti, Sugeng Ramdhani, Jumat (2/3/2018).
Ayah Sefti menjelaskan bahwa luka terbuka tersebut tidak mengeluarkan darah atau cairan bahkan luka itu pun tidak berbau. Hanya saja kata Sugeng, luka hampir dua Cm itu berlubang hingga satu Cm.
Meski demikian, Sugeng hanya menutup luka bekas operasi tersebut dengan memakai plester. Karena terkendala biaya pengobatan, sehingga ia tidak membawa kembali anaknya di RS Wahidin Sudirohusodo Makassar untuk menjalani perawatan.
“Belum cek, itu hari pernah mau kontrol ke Wahidin tapi kan umum, saya tidak mampu karena tidak punya biaya. Selama ini semenjak Sefti sakit, saya juga tidak kerja jadi terpaksa saya hanya pakai plester biasa,” bebernya.
Sugeng mengaku, sejak peristiwa tersebut, kini Sefti tidak seceria seperti sebelumnya. Ia berharap trauma ini tidak menghantui anak perempuannya dan kembali bisa sembuh dan juga bisa ceria kembali.
Penulis : Illank
Leave a Reply