


RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Jumlah tindakan penilangan mengalami kenaikan 17 persen selama 2017 dengan jumlah tilang sebanyak 14079 kasus.
Ada lima daerah yang mengalami peningkatan terhadap penindakan pelanggaran selama Operasi Zebra 2017 yakni Polrestabes Makassar sebanyak 2361 tilang, Ditlantas Polda Sulsel 1262 tilang, Polres Gowa 833 tilang, Polres Wajo 799 tilang dan Polres Pangkep 738 tilang.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sulsel, Kombes Agus Wijayanto mengatakan, ada faktor yang mempengaruhi sehingga kelima daerah tersebut terjadi peningkatan penindakan pelanggaran terbanyak.
“Faktor keaktifan personil di daerah setempat dan pertumbuhan kendaraan, namun juga dengan banyaknya kendaraan sehingga masyarakat harus patuh dalam berlalu lintas,” kata Agus, Rabu (15/11/2017).
Menurut Kombes Pol Agus Wijayanto bahwa Operasi Zebra 2017 ini akan mengevaluasi jika dibandingkan Operasi Zebra 2016.
“Supaya Operasi Zebra berikutnya lebih baik dari hari ini,” ujarnya.
Ia juga berharap pasca Operasi Zebra ini kesadaran dan kepatuhan masyarakat pengguna jalan meningkat, kecelakaan serta pelanggaran menurun, sehingga masyarakat terselamatkan dari kecelakaan lalu lintas.
“Tujuan Operasi Zebra ini untuk diharapkan kepatuhan pengguna jalan harus meningkat, sehingga angka kecelakaan lakalantas bisa ditekan seminimal mungkin, agar masyarakat dapat bisa beraktifitas dengan baik, produktivitas meningkat dan masyarakat makin sejahtera,” tutupnya.
Sementara, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, jika dilihat pelanggaran berlalu lintas dari usia maka usia muda yang paling mendominasi hal tersebut.
“Usia 21 sampai 25 tahun yang banyak melakukan pelanggaran sebanyak 3003 pelanggaran, kemudian diikuti 26 sampai 30 tahun sebanyak 2616 pelanggaran, lalu usia pelajar 16 sampai 20 tahun sebanyak 2583 pelanggaran dan usia 36 tahun keatas sebanyak 1553 pelanggaran,” ungkapnya.
Dengan adanya Operasi Zebra, kata Dicky, diharapkan nantinya pada saat dilakukan pengamanan Natal dan Tahun Baru di jajaran Polda Sulsel bisa lebih efektif.
“Artinya, pada saat operasi Natal nanti bisa berjalan kondusif. Dengan operasi pada bulan Desember akan lebih baik,” tutupnya.
Penulis : Illank
Leave a Reply