RAPORMERAH.co,MAKASSAR – Pelaksanaan acara Deklarasi 2019 Ganti Presiden yang rencananya akan dilaksanakan di Monumen Mandala pada hari Minggu, 12 Agustus 2018 mendatang, mulai membuat beberapa pihak gerah dan melakukan penolakan.
Penolakan keras disuarakan ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Makassar,Ashari Bahar,yang menilai Deklarasi 2019 Ganti Presiden merupakan gerakan Makar dan Provokatif yang dapat memecah belah umat.
“Gerakan ini merupakan gerakan yang provokatif dan berpotensi memecah belah kesatuan,masa pendaftaran calon presiden saja belum ditetapkan sudah mau main ganti-ganti presiden saja. Ini sama halnya melakukan gerakan makar,” kata Ashari di salah satu media online, Sabtu (4/8/2018).
Menanggapi hal tersebut, Ketua Forum Ummat Islam Bersatu (FUIB) Sulawesi Selatan, Ustad Mukhtar Daeng Lau, yang juga selaku ketua panitia penyelenggara Deklarasi 2019 Ganti Presiden, di Kota Makassar, mengatakan aksi Deklarasi 2019 Ganti Presiden murni dipelopori kalangan masyarakat dari bawah yang bergelut di ormas dan kelompok aktivis Islam.
“Ini mungkin perlu kami luruskan bahwa ini bukanlah gerakan makar, Islam mengharamkan makar dalam sebuah kepemimpinan, Kami menggaungkan deklarasi ganti Presiden karena memang tahun depan adalah momennya Jadi, keliru kalau ini dibilang ada upaya makar,Jelasnya saat dikonfirmasi Rapormera.co Via Watsapp, Minggu,(05/8/2018).
Dia menegaskan, deklarasi tersebut sama sekali bukan pesanan tokoh dari partai politik tertentu atau tidak memiliki misi yang berseberangan dengan UUD 1945 dan Pancasila.
“Sekarang ini muncul fitnah dan tuduhan yang macam-macam, padahal ini murni kegiatan kami sebagai rakyat yang ingin melihat masa depan bangsa dan negara lebih baik lagi melalui momentum Pemilihan Presiden 2019. Sah secara konstitusi,” ujar Mukhtar.
Olehnya, ia meminta kepada seluruh komponen masyarakat di Sulawesi Selatan untuk mendukung dan ikut menyukseskan kegiatan itu sebagai panggilan nurani dalam menyongsong nilai-nilai keummatan yang lebih baik dan NKRI yang berkemajuan.
“Kami akan tetap adakan acara tersebut, apapun tantangan dan rintangannya. Sebab, ini adalah murni aspirasi masyarakat,” tegas Mukhtar.
Sementara itu, Neno Warisman, salah satu deklarator nasional 2019 Ganti Presiden, menyatakan kesediaannya untuk hadir.
Ia juga telah mengunggah video di saluran YouTube yang berisi ajakan kepada warga Sulawesi Selatan guna menyukseskan deklarasi itu.
Dari pihak panitia penyelenggara, sejak tersebarnya informasi bakal diadakan Deklarasi 2019 Ganti Presiden di Makassar, sudah banyak kelompok masyarakat yang menyatakan kesediaannya untuk bergabung, termasuk puluhan ormas Islam yang siap mengerahkan massanya pada saat acara nanti di Monumen Mandala, Jalan Jenderal Sudirman,Minggu, (12/8/2018).
“Kami bersyukur dengan adanya acara ini. Memang jauh-jauh hari telah kami persiapkan diri. Tim yang lengkap dengan kaos dan pendukung lainnya, siap hadir di acara nanti,” ujar Rewa asal Kabupaten Gowa.
Editor : A.Azhar