


RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Amnesty Internasional Internasional menggelar gerakan #JoinForce kunci melawan praktek kriminalisasi di Sulsel, Kamis (7/12/2017).
Acara ini digelar oleh Amnesty Internasional Indonesia dalam rangka lauching dengan melebur ke dalam inisiatif aktor-aktor penggerak Hak Asasi Manusia (HAM) lokal sebagai simbol dimulainya gerakan #JoinForce di Indonesia untuk melawan segala praktek pelanggaran HAM di Indonesia di daerah-daerah.
“Dipilihnya Sulsel, terkhusus Makassar sebagai tempat lauching karena Sulsel menjadi salah satu tempat dimana pelanggaran HAM baru terjadi atas nama pembangunan. Pembangunan yang tidak menghargai HAM harus ditolak,” ujar Tim Komunikasi Amnesty Internasional Indonesia, Haeril Halim saat ditemui di Taman Macan.
Haeril mengatakan, Amnesty Internasional Indonesia juga akan bersatu dengan semua elemen yang ada di Sulsel untuk mengingatkan pemerintah lokal menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM lama.
“Dengan bersatunya kekuatan HAM lokal di Sulsel maka akan menjadi suatu kekeuatan baru untuk menyadarkan publik tentang pentingnya menghargai HAM dan juga pentingnya pemerintah lokal menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM yang ada, agar tidak terulang kasus serupa di masa akan datang,” jelasnya.
Setelah lauching, lanjut Haeril, Amnesty akan melakukan Focus Group Discussion (FGD) dengan aktivis, akademisi dan jurnalis dari berbagai daerah di Sulsel untuk melakukan identifikasi dan pemetaan kasus-kasus HAM yang ada.
“FGD itu bertujuan memetakan pelanggaran HAM di Sulsel dan merumuskan langkah apa yang dilakukan oleh gerakan HAM lokal untuk menyatukan barisan melawan kasus-kasus HAM,” tutupnya.
Gerakan Amnesty Internasional Indonesia bukanlah suatu gerakan baru di Indonesia melainkan akan menjadi pemersatu semua gerakan HAM yang telah ada.
Penulis: Illank
Leave a Reply