


RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Atmosfer perpolitikan di Kota Makassar sudah mulai memanas dan berjalan dengan segala manuver dari beberapa partai politik serta calon yang akan bertarung, Namun dalam perhelatan pilwali di Kota anging mamiri ini tidak ada satupun dari calon Walikota yang maju bertarung tercatat sebagai kader partai politik.
Dari seluruh partai politik yang mendapat kursi di DPRD Kota Makassar tidak ada satupun yang berani mengusung kadernya untuk maju bertarung sebagai calon walikota , Paling banter parpol hanya berani mengusung calon wakil walikota saja.
Bahkan, salah satu partai besar yakni Partai Demokrat yang notabene memiliki 7 kursi di DPRD Kota Makassar dan sebagai mantan partai pemenang pemilu, tidak berani mencalonkan kader partainya sebagai calon walikota, malah partai berlambang Mercy tersebut
hanya tampil sebagai partai pendukung Petahana yakni Danny Pomanto yang maju sebagai calon walikota melalui jalur independen non partai.
Fenomena ini sontak membuat salah satu kader yakni Syamsu Rizal atau Deng Ical memilih hengkang dari Partai Demokrat, mundurnya sekretaris Demokrat Sulsel ini sungguh sangat mengejutkan dunia perpolitikan di Partai Lambang Mercy, Sabtu 27 Januari 2018.
Deng Ical yang selama ini diketahui memiliki basis massa yang Rill dan setia sontak juga akan mempengaruhi tingkat pemilihan Walikota dan Gubernur di kabupaten dan kota.
Andika Salah satu Ketua Tim Loyalis Deng Ical mengatakan , kemunduran Deng Ical dari Demokrat merupakan langkah petarung sejati.
“Saya anggap mundurnya Deng Ical dari Demokrat sudah amat tepat dan merupakan gaya seorang petarung sebab Demokrat saat ini gagal total mempertontonkan politik cerdas dan bersih kepada masyarakat,Parameternya yaitu Tingkah Demokrat yang pasang badan hanya untuk menjadi pendukung bukan pengusung calon pemimpin daerah yang bertarung, praktek seperti ini logikanya partai tersebut hanya sebagai penramai dan sudah pasti bendera partai ini tidak berkibar karena anda hanya pendukung saja sedangkan Anda punya kader yang notabenenya pantas untuk di ussung, “umbarnya.
Andika menambahkan,Dengan hengkangnya Deng Ical dari kendaraan Mercy yang sudah mulai mogok ini tidak akan mempengaruhi loyalis Deng Ical untuk tetap berada dalam gerbongnya sebab Loyalnya kami kepada Deng Ical bukanlah melihat Partai melainkan kami melihat Figur Deng Ical.
“Langkah apapun yang dilakukan Deng Ical kami tetap berdiri bersamanya sebab hanya beliau yang memberikan pertunjukan politik bersih jujur tanpa adanya kepentingan dan ambisi penguasa”.Tutup Andika
Penulis : ACM
Leave a Reply