


RAPORMERAH.co, MAKASSAR -Seorang warga Bintuni Papua Barat bernama Baginda Syukur (40) menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh Andi Herman Hayat.
Korban ditipu sebanyak Rp.146 juta pembelian dua unit mobil dum truck pada tahun 2014 lalu namun hingga saat ini mobil yang dijanjikan oleh Herman tak kunjung tiba sehingga merasa dirugikan Baginda Syukur pun melaporkan yang bersangkutan ke polisi.
Bermula ketika seorang kolektor Adira Makassar, Andi Saharuddin Hajar yang merupakan kakak dari rekan kerja korban yang mencari pembeli satu unit mobil.
“Teman saya memberikan informasi, bahwa ada satu Unit mobil yang dilelang oleh seorang kolektor Adira Makassar bernama Andi Saharuddin Hajar lalu dilakukan pertemuan dengannya di Kota Makassar dan berhasil dilakukan transaksi dengan membeli mobil itu,” ujar Baginda Sukur saat ditemui Jalan Urip Sumohardjo Makassar, Sabtu (23/12/2017).
Setelah mencapai kesepakatan harga mobil tersebut, korban memberikan tanda jadi (panjar) sebanyak Rp 150 Juta, dan sisanya akan dibayar setelah BPKB mobil itu juga menyusul.
Kemudian setelah beberapa hari Baginda Syukur didatangi oleh seorang pria bernama Andi Herman Hayat yang merupakan adik dari kolektor itu, lalu mengaku sebagai pemilik mobil yang dibeli Baginda dan berusaha untuk mengambil mobil tersebut.
“Saya panjar waktu itu Rp 150 juta, dari total harga 180 juta kemudian sisanya setelah BPKB ada akan diserahkan. Namun Herman mengaku mobil tersebut dia yang punya, dan masih ada temannya yang mau ambil mobil itu,” ungkap Baginda.
Namun, usahan Herman untuk mengambil mobil tersebut akhirnya gagal setelah BPKB mobil ternyata sudah dimiliki oleh Baginda tetapi Herman menawarkan korban sebuah mobil yang harganya jauh lebih murah dari sebelumnya lalu Herman meminta korban mengirim uang sebesar Rp. 18 juta untuk pengiriman mobil dari Kota Makassar ke Papua Barat.
Tidak sampai disitu, Herman kembali lagi meminta Baginda untuk mengirimkan sejumlah uang mulai dari Rp. 20 juta dua kali, Rp. 12 juta, Rp. 10, juta dan Rp. 30 juta dengan total tanda bukti semuanya 146 juta yang ditangani penyidik kepolisian.
“Hari itu saya tertarik dengan tawarannya karena lebih murah dari pada yang sebelumnya, dan sebelumnya dia minta uang tunai Rp 18 juta karena ada mobil yang mau dia kirim,” tutup Baginda.
Saat ini pihak kepolisian telah menangani kasus penipuan tersebut.
Pnulis: Illank
Leave a Reply