


RAPORMERAH.CO, MAKASSAR – Mutasi jabatan yang kerap dilakukan mantan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan (Danny) Pomanto, hingga dihari terakhir masa jabatannya kembali menjadi sorotan.
Seperti diketahui, dalam tiga hari terakhir masa jabatannya, Danny Pomanto sempat melakukan mutasi sekitar 600-an ASN lingkup Pemkot Makassar, mulai dari jabatan kepala bidang, lurah, hingga kepala sekolah.
Deretan mutasi yang telah dilakukan Danny tersebut kini mendapat sorotan tajam dari DPP GEMPAR NKRI dimana pada Mutasi eselon lll Dan lV Pemkot Makassar yang dilakukan Dany Pomanto akhir masa Jabatannya Selaku Walikota Makassar Desember 2018, DiDuga Terjadi Jual beli Jabatan untuk duduk sebagai Kepala Seksi dan Kepalan Bidang, Diduga hal ini terjadi di Badan Pendapatan Daerah kota Makassar.
“Jika hal ini benar terjadi, ini adalah preseden buruk yang berpotensi merusak jalanya pemerintahan, selain itu, para pejabat Ikut gelisah dengan adanya mutasi jual beli jabatan di pemerintah kota Makassar’ Kata Akbar Polo ketua Umum DPP Gempar, Sabtu,(25/5/2019).
Atas adanya indikasi ini, Kami Meminta Kejati Sulselbar Untuk Segera Mengusut Dugaan Jual Beli Jabatan di Badan Pendaptan Daerah (Bapenda) Kota Makassar Yang di lakukan Di Masa jabatan Walikota Makassar Dany Pomanto,
Kata Akbar.
DPP Gempar NKRI, berharap kepada Pj Walikota makassar DR.H.M.Iqbal Samad Suhaeb,SE,MT, untuk Mengevaluasi Jabatan kepada sejumlah Kepala Seksi Dan Kepala Bidang pada Badan Pendapatan Daerah Kota Makassar .
Terkait hal ini, Kepala Badan pendapatan Daerah kota Makassar Saat di ingin ditemui di kantornya tak berhasil ditemui, menurut salah satu staf pengawai Bapenda kota Makassar, Pak kadis lagi Tidak ada, mobilnya tidak terparkir .
(Acm)
Leave a Reply