


RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Peredaran narkotika di Kota Makassar, saat ini banyak melibatkan kaum hawa untuk dijadikan sebagai kurir atau pengedar.
Menurut Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika mengatakan, kurir sabu kini banyak didominasi oleh perempuan.
“Trend wanita jadi kurir atau pengedar narkoba berkembang pesat di Makassar. Dari November 2017 hingga januari 2018 telah ada sekitar 20 an wanita yang kami amankan,” kata Diari, Selasa (30/1/2018).
Ia menyebutkan, bahwa meningkatnya kaum hawa sebagai kurir atau pengedar sabu di Makassar diduga ada unsur kesengajaan oleh para bandar narkoba untuk mengelabui pihak kepolisian
“Mungkin pertimbangan mereka dengan menggunakan wanita dapat mengelabui petugas,” bebernya.
Diari mengaku, pihaknya telah berhasil meringkus dan menahan sedikitnya 207 pelaku penyalahgunaaan dan peredaran narkotika. Sekitar 116 orang ditahan di Polrestabes Makassar dan 91 orang lainnya dititip di Rumah Tahanan (Rutan) Makassar
“Ditahanan narkoba di lantai dua ada 74 orang dan terdapat 12 perempuan. Sedangkan tahanan bawah ada 42 orang dan terdapat 10 perempuan. Sementara itu yang sudah tahap satu dititip di Rutan Makassar sebanyak 91 orang,” jelasnya.
Kasat Narkoba Polrestabes Makassar menuturkan, bahwa faktor lain yang diduga penyebab para pelaku menggunakan perempuan sebagai kurir narkoba untuk menghindari penggeledahan badan. Karena anggota dilapangan mayoritas laki-laki jadi terkesan risih untuk langsung melakukan penggeledahan badan.
“Mungkin pertimbangan lain karena tidak akan diperiksa kalau perempuan jadi banyak yang manfaatkan perempuan,” tambahnya.
Diari mengaku, bahwa pihaknya saat ini sedang kekurangan personel, khususnya personel Polwan yang tidak ada dilapangan karena anggota Polwan di Satuan Narkoba Polrestabes sendiri mereka telah berkeluarga.
Penulis : Illank
Leave a Reply