


RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) meregang nyawa setelah diterjang timah panas polisi ketika berusaha melarikan diri, Sabtu (04/10/2017).
Berawal saat tim gabungan dalam Operasi Pekat Liput 2017, terdiri dari personil Resmob Polda Sulsel bersama personil Intel Kodam XIV/Hasanuddin menangkap pelaku curanmor di Jalan Talasalapang Raya Makassar.
Pelaku bernama Muh Takwa alias Akdok (23) warga BTN Kodam 3, Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar, berdasarkan LP /1283/X/2017/ Restabes Makassar/Sek Rappocini, tanggal 30 Oktober 2017.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, pelaku ini ditangkap saat berada di rumah kosnya dan ditemukan satu lembr baju Dinas PDH TNI AD berpangkat Peltu serta satu buah tas loreng TNI.
“Pelaku serta barang buktinya di serahkan ke pihak Intel Kodam Hasanuddin mengingat pelaku tersebut dalam menjalankan aksinya sering membawa senjata api dan mengaku anggota TNI AD,” kata Dicky, Minggu (05/11/2017).
Kemudian pelaku diserahkan kembali ke personil kepolisian lantaran pelaku bukanlah anggota TNI AD. Sehingga pelaku dijemput dan dilakukan pemeriksaan.
Dari hasil introgasi, kata Dicky, pelaku mengakui telah melakukan aksi curanmor berupa satu unit sepeda motor merk Yamaha Mio Soul GT warna merah dengan nomor polisi DD 4771 EP pada hari Minggu 29 Oktober 2017 lalu.
“Barang hasil curiannya dijual kepada Rio alias Leo beralamat di BTN Bumi Permata Hijau Mks dengan harga sebesar Rp 2 juta berdasarkan Lp/1238/X/2017/ Sek Rappocini tanggal 30 Oktober 2017,” ujarnya.
Anggota kemudian membawa pelaku untuk mencari penadah bersama barang bukti hasil kejahatannya dengan mengendarai mobil Honda Jazz warna Hitam milik Aiptu Arwin. Namun saat anggota tiba di BTN Bumi Permata Hijau penadah tidak berada di tempat. Dari penjelasan pelaku bahwa Rio alias Leo sekarang bersembunyi di Desa Tete Batu Kelurahan Pangkabinanga, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.
“Pelaku juga mengakui bahwa di lokasi tersebut di sembunyikan mobil Honda Jazz warna silver diduga dari hasil kejahatan atas suruhan Heru seorang anggota TNI AD,” terangya.
Lanjut Dicky, anggota menuju ke lokasi tersebut namun Rio alias Leo tidak berada di tempat tetapi anggota menemukan mobil Honda Jazz warna silver dalam kondisi tidak terawat dan terparkir di samping salah satu rumah warga sehingga anggota mengecek mobil tersebut.
“Ketika anggota mengecek mobil tersebut tiba-tiba tangan pelaku yang terlakban terbuka dan sudah duduk dikursi kemudi mobil milik Aiptu Arwin dan berupaya melarikan diri,” ujarnya.
Personil yang mengetahui hal tersebut langsung berusaha mengejar dan menghadang pelaku dengan melepaskan tembakan peringatan sebanyak tiga kali tetapi pelaku tidak mengindahkan justru pelaku berupaya menabrak anggota yang mencoba menghadang laju mobil tersebut lalu salah satu anggota berupaya menghampiri pintu depan samping kanan mobil dan menembakan ke arah kaki sebelah kanan pelaku.
Tidak sampai disitu, pelaku mencoba mengubah arah pelarian dengan cara menabrakan badan mobil ke pagar rumah warga di sekitar TKP tetapi anggota tetap mengejar pelaku.
“Pelaku berusaha merebut senjata anggota sehingga terjadilah tarik menarik lalu terdengar letusan dan pelaku menghentikan mobil tersebut dan melompat keluar setelah di chek pelaku mengalami luka tembak di kaki sebelah kanan dan lengan sebelah kanan tembus ke dada,” ungkapnya.
Selanjutnya pelaku di larikan ke RS Bhayangkara Makassar untuk mendapatkan perawatan medis, tetapi dalam perjalanan menuju rumah sakit pelaku meninggal dunia.
Barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan pelaku berupa 1 pucuk senjata api genggam rakitan dan 4 butir amunisi SS1 kaliber 5,56 mm, 1 unit mobil merk Honda Jazz Warna Silver, 1 unit HP merk Coolpad warna abu abu, 1 unit HP merk Samsung warna putih dan 1 buah dompet warna hitam.
Penulis : Illank
Leave a Reply